All posts tagged: Agung Kurniawan

Mas Makelar Cari Untung

Bambang ‘Toko’ Witjaksono, dalam pameran “Mas Makelar” tahun 2001 di Rumah Seni Cemeti, mencoba menguji praktik ke-makelar-an. Ia sudah melakukan praktik makelaran sejak SMA. Panggilan “toko” didapatkannya karena dia seperti etalase toko yang punya barang apa saja yang dicari orang-orang. Maksudnya, kalau ada yang butuh barang tertentu dan meminta bantuannya untuk mendapatkan barang itu, ia akan mengiyakan dan segera mencarikannya.

DKT Proyek Mustahil – Sesi 01

Pokok-pokok yang diperbincangkan dalam DKT Proyek Mustahil – Sesi 01 ini, terutama, berkaitan dengan persoalan COVID-19 yang menjadi perhatian besar masyarakat sekarang ini, tidak terkecuali di mata para pekerja seni dan industri kreatif lainnya. Untuk mengelaborasi masalah tersebut, moderator meminta kesediaan setiap narasumber untuk berbagi pandangan mereka mengenai perubahan-perubahan yang dialami dan diamati secara personal, baik dalam kapasitas mereka sebagai pekerja sosial-budaya maupun tidak. Selain itu, diskusi ini juga menyinggung aspek filosofis dari ide “kemustahilan” yang biasanya inherent dengan praktik dan gagasan kesenian; masing-masing narasumber menyumbangkan pendapatnya dengan menarik beberapa konteks yang ada, entah itu berkaitan dengan praktik siasat pribadi atau organisasi tempat mereka bernaung, ataupun konteksnya dengan kebijakan-kebijakan terkini pemerintah, seperti “Kenormalan Baru”, serta kecenderungan orang-orang yang memanfaatkan teknologi daring sebagai alternatif.

Proyek Mustahil

Proyek Mustahil menempatkan “(yang) mustahil” dan “kemustahilan” sebagai subject matter, menjadikan keduanya sebagai fokus penerjemahan seni sesuai dengan konteks aktual dari keadaan-keadaan masyarakat kontemporer. Bukan hanya untuk mencapai antitesis dari “kemungkinan”, proyek ini bertujuan untuk mendekonstruksi “(yang) mustahil” sebagai gaya ungkap dan ekspresi potensial yang memberdayakan; memperlakukan “(yang) mustahil” lebih sebagai strategi estetik daripada sekadar taktik artistik, dalam rangka menciptakan karya seni kolektif yang di dalamnya dapat terjadi suatu olah-gagasan bersama yang menekankan keterlibatan semua pihak dengan setara.

Paruh Baya

Obrolan tiga perempuan muda, Theodora Agni, Agnesia Linda, dan Realisa Massardi tentang keparuhbayaan membuahkan gagasan untuk menelisik dan memaknai tanda-tandanya melalui interaksi artistik dengan beberapa perupa. Perbedaan perspektif dan temuan-temuan fenomena dari ketiganya akan dipresentasikan dalam pameran Paruh Baya.

Domestic Stuff

Domestic Stuff adalah sebuah proyek mengenai wilayah domestik, dan persoalan-persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Apakah konsep yang hakiki mengenai hal-hal domestik dan bagaimana seluruh lingkup kemampuan domestik, yang tak dapat kita hindari harus dilakukan setiap hari, mempengaruhi proses berkarya kita?