0-Exelsior (Pati Sajroning Urip)

0-Exelsior (Pati Sajroning Urip)

Otniel Tasman
2021/2022

Seni pertunjukan & Video
Video, berwarna, 27 menit 59 detik

Otniel Tasman menanggapi karya seni instalasi hasil kolaborasi Enka Komariah dan Dwi Oblo, Mati Sajroning Urip, Urip Sajroning Pati, dengan menyelenggarakan kuliah performatif di tengah-tengah objek-objek instalasi. Mengambil Nyawiji sebagai konsep inti pertunjukan, Otniel membahas metafora dari “tubuh yang berada di antara”, dan potensi estetisnya dalam bergulat dengan pusaran konflik, aturan-aturan, dan segala jenis klasifikasi. Otniel menanggapi karya Enka dan Oblo tidak hanya dengan memainkan tubuh pribadi tetapi juga dengan mengintervensi objek instalasi, dan berkonsekuensi melahirkan struktur baru dari kronik visual yang sebelumnya telah disusun oleh Enka dan Oblo. Kuliah performatif ini pada akhirnya mendinamisasi kemungkinan bentuk instalasi itu sendiri dengan menyertakan polemik tentang spiritualitas, dan pertanyaan tentang model-model reinkarnasi dalam kehidupan.

Otniel Tasman adalah koreografer muda yang praktik artistiknya sangat berakar pada tradisi Jawa, terutama tradisi Banyumas, kota kelahirannya. Tasman sedang menjajaki Tradisi Lengger Banyumas, sebagai bahasa ibunya. Itu memberinya pengalaman dalam memahami setiap kejadian dalam hidupnya dan menginspirasinya dalam menciptakan karya. Keunikan Lengger ditarikan oleh laki-laki, mengenakan kostum perempuan dan make-up, penari yang biasa dikenal sebagai Lengger Lanang (Male Lengger). Otniel sedang mengeksplorasi banyak ide berdasarkan identitas gender Lengger Lanang, dan koreografi secara kontemporari untuk karyanya.

Karya-karya yang telah dibuatnya, antara lain Rohwong (2010), Angruwat (2010), Mantra (2012), Looping Back Mantra (2012), Barangan (2013), Lengger Laut (2014), Penantian Dariah (2015), dan Stand Go Go (2017), Noseheorit (2018), Entrance (2019), Amongster Voyage of Lengger (2020), dan Nyawiji (2021).

Otniel menyelesaikan pendidikan di Institut Seni Indonesia Surakarta (2013). Ia juga membangun Otniel Dance Community (2012) dan telah menggarap beberapa karya kolaborasi dengan seniman nasional dan internasional, seperti Ming Wong (Jerman), Daniel Kok (Singapura) ), Arco Renz (Jerman), Maxine Happner (Kanada), Hanafi Muhammad (Indonesia), dan Garin Nugroho (Indonesia)