Situs Metaforis 01: “LAHAN”

Another Land to the Utmost Happiness

Jessica Ayudya Lesmana, 2021

In The Pines

Prashasti Wilujeng Putri, 2021

Best Before

Dini Adanurani, 2021


Jessica Ayudya Lesmana (1993) memulai keseniannya sejak tahun 2017 lewat band transgender pertama di Indonesia, amuba. Ia mengembangkan praktik artistiknya sebagai bagian dari aktivisme untuk merekam dan mencatat kehidupan pinggiran masyarakat lumpen. Ia merupakan salah satu kontributor di Konde.co – media for women and minority. Ia juga pernah menjadi aktris transgender dalam perhelatan Bangkok International Performing Art Meeting 2021 di program Deleted Scene In SEA. Saat ini, ia tengah menjalankan “Proyek Ibu”, sebuah proyek seumur hidup yang dimulainya sejak terlibat dalam kegiatan-kegiatan belajar bersama kawan-kawan di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat. Proyek ini berupaya mengeksplorasi berbagai kemungkinan medium yang berangkat dari studi tertulis, mengombinasikan gagasan montase dan performans menjadi gaya ungkap artistik. Karya-karya Jessica mengangkat kehidupan transgender dan pekerja seks yang mengalami diskriminasi dan stigma sebagai subject matter.

Prashasti Wilujeng Putri (Jakarta, 5 Desember 1991) adalah seorang seniman dan manajer seni. Ia meraih gelar S1 dari Departemen Kriminologi, Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi penari di Komunitas Tari Radha Sarisha dan Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah. Saat ini, ia sedang melanjutkan pendidikan di program magister Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada.

Praktik artistiknya bermula sejak bergabung di 69 Performance Club tahun 2016. Ia kemudian menjadi peserta program residensi seniman di Silek Art Festival, Solok, Sumatera Barat tahun 2018. Kala itu, ia melakukan riset tentang silek (silat) dalam kehidupan tubuh-tubuh kontemporer. Pada Maret 2020, bersama anggota 69 Performance Club dan MILISIFILEM Collective, ia mempresentasikan proyek seni AMBANGAN di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, Yogyakarta. Karya-karya seni Asti kerap membicarakan persoalan deformasi tubuh manusia dan relasi antarmanusia. Ia juga aktif menulis, dan sejumlah karya tulisnya dapat di baca di situs web www.performanceart.id

Dini Adanurani (Jakarta, 6 September 1998) menyelesaikan studi Filsafat di Universitas Indonesia. Ia adalah seorang penulis, pembuat film, dan penerjemah lepas. Karya film pertamanya, “Aksi – Reaksi” (2018, berkolaborasi dengan Wahyu Budiman Dasta dan Mia Aulia) diproduksi oleh MILISIFILEM Collective, Forum Lenteng. Semasa kuliah, ia pernah menjadi Direktur Festival untuk UI Film Festival. Saat ini, Dini aktif sebagai kritikus film di Jurnal Footage (www.jurnalfootage.net). Salah satu karya tulis kritik filmnya, berjudul “Kisah yang Politis dalam You and I”, masuk dalam daftar 15 besar calon nominasi Kritik Film Piala Citra 2021.

Pada Maret 2020, bersama anggota 69 Performance Club dan MILISIFILEM Collective, ia mempresentasikan proyek seni AMBANGAN di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, Yogyakarta. Tahun 2021, bersama 69 Performance Club, ia membuat karya seni performans berjudul “Mutual Disruption”. Dini juga menulis tentang seni performans dan tulisan-tulisannya mengenai bidang ini dapat dilihat di situs web www.performanceart.id. Ia juga mengelola situs web pribadi beralamat di www.adanurani.com.