All posts filed under: “Pengantar Proyek”

Kumpar Rimpang: Almanak Rimpang Nusantara 2022

Kumpar Rimpang disusun sebagai almanak Rimpang Nusantara yang digelar secara simultan di sepanjang April sampai dengan Oktober 2022. Kumpar Rimpang kami susun ke dalam dua alur yang merimpang, yakni Akar Rimpang dan Jalar Rimpang.

Food Study: Mini Lab & Forum

Daftar Isi Pengantar | Riset | Presentasi Publik | Esai | Dokumentasi Food Study Mini Lab & Forum Inisiator: Ferial AfiffKolaborator: LabPangan, Warpopski, dan Bumi BagjaLokasi Riset: Kabupaten SukabumiLokasi Presentasi: Gelanggang Olah Rasa (GOR), Kabupaten Bandung Latar Belakang Saat gelombang pandemi Covid-19 kedua di tahun 2021, Ferial mulai terlibat aktif di LabPangan yang mengadakan program bagi-bagi makan gratis bagi pasien isoman. Total makanan yang dibagi gratis sampai ratusan porsi. Kala itu, banyak kelompok yang melakukan hal serupa. Namun, ada yang berbeda dengan kegiatan LabPangan. Inisiatif ini membagikan “makanan cantik” ke teman-teman yang aktif di dunia kreatif. Eksplorasi masakan cantik tinggi gizi dipelajari oleh inisiator proyek ini dari internet, baik makanan lokal nusantara maupun makanan dari belahan dunia lainnya. Akan tetapi, LabPangan melakukan riset pengembangan isi menu makanan dengan menelusuri banyak pasar di kota dan kabupaten Bandung, guna mendapatkan material makanan yang khas atau sesuai dengan menu yang diinginkan masyarakat. Kegiatan LabPangan sendiri sudah berlangsung sejak akhir 2020, diinisiasi oleh seniman gemar memasak bernama Fajar Abadi dan HarisMo. Fajar memang kerap mengundang teman-teman untuk menyantap hidangan …

Perayaan 100 Tahun Joseph Beuys

English | Indonesia Pengantar | Rangkaian Kegiatan | Dokumentasi 100 TAHUN JOSEPH BEUYS Aktivis. Pendidik. Pelopor. Ahli teori seni. Politikus. Joseph Beuys. *Teks diambil dari situs web Goethe-Institut Indonesien dengan sedikit perubahan di bagian akhir. Praktik, karya, dan aktivisme Joseph Beuys (1921-1986) memantik banyak perdebatan di berbagai bidang, seperti humanisme, filsafat sosial, antropologi, serta berpengaruh besar pada wacana seni kontemporer internasional abad ke-20. Fokus utama Beuys adalah memperluas definisi dan batas-batas seni. Pernyataannya “semua orang adalah seniman (Jeder Mensch ist ein Künstler)” mengacu pada keyakinannya akan kreativitas manusia yang universal dan kekuatan seni untuk membawa perubahan revolusioner. Sebagai salah satu profesor di Akademi Seni Düsseldorf (Kunstakademie Düsseldorf), sosoknya sampai hari ini juga masih mengingatkan banyak orang pada perdebatan mengenai dinamika antara formalitas pendidikan seni dan hasil sistem pendidikan itu bagi masyarakat. Memperingati perayaan 100 tahun Beuys yang jatuh pada tahun ini, Goethe-Institut Indonesien bersama para kolaborator antara lain Asep Topan, Erik Pauhrizi, Iwan Wijono, dan Tisna Sanjaya, menghadirkan serangkaian kegiatan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Gagasan dan semangat Beuys akan kembali diangkat dan digali relevansinya …

Proyek Mustahil

Proyek Mustahil menempatkan “(yang) mustahil” dan “kemustahilan” sebagai subject matter, menjadikan keduanya sebagai fokus penerjemahan seni sesuai dengan konteks aktual dari keadaan-keadaan masyarakat kontemporer. Bukan hanya untuk mencapai antitesis dari “kemungkinan”, proyek ini bertujuan untuk mendekonstruksi “(yang) mustahil” sebagai gaya ungkap dan ekspresi potensial yang memberdayakan; memperlakukan “(yang) mustahil” lebih sebagai strategi estetik daripada sekadar taktik artistik, dalam rangka menciptakan karya seni kolektif yang di dalamnya dapat terjadi suatu olah-gagasan bersama yang menekankan keterlibatan semua pihak dengan setara.

sebARSIP

Dalam proyek ini, dengan sepenuhnya memanfaatkan platform media online, kami akan menerbitkan, setidaknya satu pos setiap minggu, ulasan tentang satu atau lebih materi dokumentasi yang tersimpan dalam koleksi arsip kami; arsip-arsip yang berkaitan dengan karya seni atau proyek seniman yang pernah bekerja sama dengan Cemeti.