All posts filed under: sebARSIP

LOCKDOWN! #stayathome, OJO NGEYEL, NENG OMAH WAE!

sebARSIP Residensi – Arsip Pilihan #001: “Leyla Stevens” LOCKDOWN! #stayathome, OJO NGEYEL, NENG OMAH WAE! Kata-kata pada judul di atas menjadi pemandangan baru di Jogja sebulan terakhir. Satu demi satu, kian bertambah kelompok masyarakat yang menutup jalan ke rumah mereka, entah dengan spanduk bertuliskan “LOCKDOWN”, dituliskan dengan huruf kapital semua, warna merah menyala sebagai warna tulisan, serta dibubuhkan tanda silang dan tanda baca seru guna menegaskan ini adalah peringatan yang sangat serius. Alhasil, tidak ada yang berani menembus jalan itu. Fenomena ini menjadi menarik untuk dilihat lebih dekat. Bagaimana kita tidak terpisah dari bahasa; bahasa tidak terpisahkan dengan tanda. Bagaimana pikiran manusia bekerja untuk membuat tanda-tanda peringatan sedemikian rupa agar mereka dapat menyampaikan pesan tanpa perlu bertatap muka (terlebih seperti situasi sekarang ini). Bicara soal tanda atau kode-kode ini, kami mengingat proyek Leyla Stevens, seniman berdarah Bali-Australia yang pernah mengikuti residensi di Cemeti. Ia memiliki pandangan menarik tentang bahasa dan kode, dan hal itu ia tuangkan dalam proyek semasa residensinya di Cemeti pada bulan November 2013 silam. Selama menjalani program residensi seniman di Cemeti, ia …

Jogja 88 — dan Sejumlah Pecutan Visual hingga 1 Dasawarsa Kemudian

Untuk edisi perdana sebARSIP (periode 2 – 14 Mei 2020) ini, kami memilih tahun 1988 sebagai latar utama bagi lanskap naratif. 1988 merupakan tahun berdirinya Galeri Cemeti (31 Januari) dan juga tahun penyelenggaraan pertama Biennale Jogja yang saat itu masih bernama “Pameran Biennale I – 1988: Seni Lukis Yogyakarta” (17 – 24 Juni).

sebARSIP

Dalam proyek ini, dengan sepenuhnya memanfaatkan platform media online, kami akan menerbitkan, setidaknya satu pos setiap minggu, ulasan tentang satu atau lebih materi dokumentasi yang tersimpan dalam koleksi arsip kami; arsip-arsip yang berkaitan dengan karya seni atau proyek seniman yang pernah bekerja sama dengan Cemeti.