All posts filed under: 33 Tahun Nafas Panjang Cemeti

Musim Peralihan Penanda Pungkasan Perayaan Sunyi 33 Tahun Cemeti

Semesta mensituasikan perayaan sunyi 33 tahun Cemeti berada di dalam musim Pancaroba. Pancaroba tahun ini kami maknai sebagai musim peralihan dalam pusaran hukum alam, sekaligus musim peralihan langkah dalam pandemi Covid-19. Layaknya berada di dalam cuaca musim peralihan yang memang menantang dan tidak dapat diprediksi, tetapi selalu dapat dilampaui, demikian pula optimisme kami, tim Cemeti, menghadapi ketidakpastian di dalam situasi pandemi. Selama kita masih dapat merantai berbagai daya hidup di dalam kebermanfaatan, kita akan dapat saling menopang napas untuk melanjutkan laku kesenian di musim-musim yang akan datang.

Membingkai Ingatan, Lipatan Waktu, dan Praktik yang Menubuh sebagai Arsip

Dari sudut pandang internal tim Cemeti, sebARSIP yang diinisiasi oleh Manshur Zikri ( Kurator-Manajer Artistik Cemeti) bekerja sebagai provokasi bagi tiap-tiap individu tim Cemeti untuk membentuk kebiasaan kritis dalam mempelajari sejarah ruang yang kami kelola beserta konteks sosial politiknya melalui arsip. Hal ini sejalan dengan semangat kami untuk menjadikan Cemeti bukan sekedar tempat kerja tetapi ruang tumbuh bersama. Di dalam dinamika kerja Cemeti yang tak tampak dari luar, tantangan utama adalah bagaimana individu-individu yang menjadi organ tubuh organisasi ini tidak sekedar berfungsi mekanik layaknya mesin manajerial kesenian. Namun, masing-masing dari kami harus sepenuhnya menyadari apa yang tengah kami kerjakan baik ditingkat praksis maupun konseptual, memahami di wilayah wacana macam apa kerja perngorganisasian ini beroperasi, dan tujuan apa yang tengah kita perjuangkan bersama. Dengan membongkar dan membaca kembali arsip kegiatan Cemeti, kami dapat menapaki pemahaman atas pergulatan masa lampau; belajar dari kesuksesan, tantangan, kegagalan; serta mengelaborasi pengetahuan dari arsip tersebut untuk memperkuat strategi praktik kerja kuratorial dan tata kelola saat ini dan di masa depan.

CEMETI x LUMBUNG MATARAM – 33 Monumen Hidup untuk Ketakterhinggaan Hasrat Kehidupan

Perenungan tersebut menggiring kami untuk melihat sistem saling merantai di dalam praktik sehari-hari yang tak tampak tetapi paling jarang disapa, yakni giat merawat pohon dan tanaman di ruang fisik Cemeti. Kebiasaan yang dibangun oleh dua seniman pendiri dan diturunkan kepada setiap anggota tim Cemeti hingga hari ini. Pohon dan tanaman-tanaman yang ada di pekarangan Cemeti sebagai ‘monumen hidup’ yang tanpa bersuara telah mengajarkan pada kami proses bertumbuh dan merantai dalam kebermanfaatan.