All posts filed under: “Pameran”

PLAYLIST ON, BAKAR MANYALA!

Apa yang akan kawan jumpai di dalam presentasi ini adalah jejak proses belajar kami berupa pethilan dari 13 proyek Akar Rimpang yang telah kami selenggarakan secara simultan mulai April 2022 di kampung halaman kami masing-masing.

Pameran “Menjelajahi Kelompok Tani Jogja X Fukuda”

Anang dan “Panen apa hari ini” memang sering menyambung-nyambungkan yang tak nyambung -paling tidak untuk hal yang secara umum dianggap tidak nyambung di kehidupan kesenian kita hari ini- misalnya menyambungkan seni kontemporer dengan pertanian. Kali ini, Anang menyambung-nyambungkan banyak hal antara lain: poktan Yogyakarta dengan Fukuda, peta pangan Yogyakarta dengan Fukuda, fotografi ala seniman dengan fotografi warga fukuda, ruang pamer Cemeti di Yogyakarta dengan ruang pamer Rumah Matsumoto di Fukuda, Shodoshima.

Pameran Arsip – Sanggar Seni Senam Maju

Proyek Sanggar Seni Senam Maju, yang diinisiasi oleh Gymnastik Emporium dan dipresentasikan di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, mempunyai tujuan yang tidak sederhana: memanfaatkan senam sebagai Bahasa untuk mempertukarkan praktik pengetahuan dan praktik ketubuhan yang beragam. Proyek ini disusun untuk menunjukkan bagaimana gelora partisipasi warga dalam pembangunan masih terus berjalan lewat cara mereka untuk terus menjaga tubuh agar tetap bugar dan siap dengan segala kondisi.

Body Journey

Lokakarya Body Journey diikuti 11 peserta dengan beragam profesi dan latar belakang; desain grafis, video/film, tari, digital, antropologi, aktor, kurator, performer, tata kelola seni, hingga lintas disiplin. Keindahan bukanlah tentang kebendaan fisik saja, namun bagaimana ia bisa kontekstual dengan kejelasan makna dan peristiwa.

Afirmasi Krisis

Kuratorial “Afirmasi Krisis” mencoba merangsang nalar Nietzschean untuk memikirkan kembali berbagai jenis krisis yang dihadapi manusia. Ini tentang bagaimana menyerukan “Ya!” (Ja Sagen) kepada hal-hal yang dihadapi, dengan segala kondisinya, untuk menegaskan bukan hanya diri kita sendiri tetapi juga segala kehidupan. Afirmasi adalah pengakuan yang bisa metaforis, kronik, maupun faktual.

Ghost Light

Landasan kuratorial pameran ini ialah keinginan si seniman untuk mengekspresikan momen jedanya dari proses panjang memanfaatkan medium teks dalam menjelajahi kemungkinan fiksi sebagai teknik dekonstruksi sejarah. Secara bersamaan, Ghost Light menunjukkan paralelitas dari metode berkesenian Angga yang masih terus berkembang itu; pengolahan arsip berbasis teks disubstitusi dengan pemajanan dapur produksi untuk memainkan liminalitas antara fiksi, sejarah, imajinasi, ingatan, dan kenyataan, serta proses aktual untuk menanggapi kelima perihal tersebut.

Gapura Buwana

Gapura Buwana memamerkan karya visual Gegerboyo yang sebagian besar digambar pada dinding galeri. Sebagian lainnya, dicetak dan digambar pada kain-kain transparan yang digantung pada posisi berbeda dengan jarak tertentu dari dinding. Untuk membuka peluang penerjemahan baru atas praktik kesenian Gegerboyo, pameran ini menyoroti metode yang, menurut kelompok ini, dilakukan secara “non-sistem”. Dalam arti, menggambar dengan organik, tidak terikat oleh ketentuan baku baik dalam hal komposisi rupa maupun sistem naratif.

Reconstructed Biotope

Praktik artistik Elia Nurvista dan Youngho Lee mempunyai antusiasme dalam merepresentasikan migrasi global sumber-sumber daya. Praktik mereka menunjukkan kombinasi yang menyengat antara “kecenderungan ekspositori” dan “aspirasi puitis” dalam menyusun pernyataan-pernyataan politis terkait fenomena atau kejadian-kejadian lintas geografis, memanfaatkan ragam konten yang tersebar di belantara informasi yang semakin menjelma menjadi sumber arbitrari di era teknologis hari ini. “Globalisasi dari kondisi-kondisi material sekaligus ideal”, itulah kisaran isu yang mereka coba selidiki dengan menjelajahi subjek yang berbeda satu sama lain: sementara Elia mengurai sesuatu yang politis di balik [sisa-sisa] makanan, Youngho memetakan ulang apa pun yang eksperimental dari [sisa-sisa] bebunyian.