All posts filed under: “Pameran”

Reconstructed Biotope

Praktik artistik Elia Nurvista dan Youngho Lee mempunyai antusiasme dalam merepresentasikan migrasi global sumber-sumber daya. Praktik mereka menunjukkan kombinasi yang menyengat antara “kecenderungan ekspositori” dan “aspirasi puitis” dalam menyusun pernyataan-pernyataan politis terkait fenomena atau kejadian-kejadian lintas geografis, memanfaatkan ragam konten yang tersebar di belantara informasi yang semakin menjelma menjadi sumber arbitrari di era teknologis hari ini. “Globalisasi dari kondisi-kondisi material sekaligus ideal”, itulah kisaran isu yang mereka coba selidiki dengan menjelajahi subjek yang berbeda satu sama lain: sementara Elia mengurai sesuatu yang politis di balik [sisa-sisa] makanan, Youngho memetakan ulang apa pun yang eksperimental dari [sisa-sisa] bebunyian.

Ambangan

DIALEKTIKA SISTEM DAN DISKURSUS tidak berhenti hanya pada pertentangan dikotomis “pusat vs pinggiran”, karena apa yang berada di antara—atau yang mengantarai—kedua jenis zona tersebut, kiranya, mengundang spekulasi mengenai pengetahuan, wawasan, ataupun aktivitas mental lainnya yang belum—atau bahkan rasanya hampir tak mungkin bisa—dirumuskan melalui kerangka pikir yang selama ini bersandar pada rasionalitas dan logika khas pengetahuan modern. Kritisisme semacam ini menggeser fokus kita ke hal-hal yang jarang, belum, atau mungkin tidak bisa dilihat. Hal-hal itu agaknya berada pada area “antara”, atau semacam “zona perlintasan”—seperti ambang pintu yang mengantarai dua ruang. Dengan kata lain: zona ambang. Hal-hal yang dalam konteks ini kita sebut “ambangan”.

Ingatan Bergegas Pulang

KARYA VISUAL SUVI pada seri ini merupakan hasil pilahan rupa dari berbagai objek yang ia anggap merepresentasikan pengalaman riil, identitas diri, dan model hubungan sosial yang terjalin di luarnya. Objek-objek itu performatif dalam konteks bagaimana dirinya menampung kegetiran di lingkungan keluarga, sekaligus mencerap (langsung dan tidak) fenomena konflik sosial di Indonesia. Kesemuanya mencitrakan nuansa yang sunyi tapi juga menyiratkan keberisikan yang begitu kuat.

NÉMOR Southeast Monsoon

Pameran ini berusaha membongkar dan menelaah kembali Madura sebagai sebuah wilayah psiko-geografis dan kultural dalam spektrum yang lebih luas. Seniman yang diundang setidaknya mewakili keragaman tersebut: sebagian penduduk Madura, sebagian Madura diaspora, sebagian mewakili Pandalungan, sebagian lainnya adalah perupa non-Madura yang dapat memberikan pandangan yang lebih berjarak. Karya-karya yang dipamerkan mewakili empat kelompok narasi yaitu sejarah, pesisir, tanah dan gender.

RANAH/TANAH

Restu Ratnaningtyas dalam “Ranah/Tanah” menggali pengalaman-pengalamannya keluar masuk dalam ruang lama/ruang baru, kisah sederhana yang ketika direfleksikan dalam jarak tertentu membuatnya bisa memetakan peristiwa yang awalnya tampak melalui psikologis sebagai fenomena sosial.

Choreographed Knowledges

Choreographed Knowledges adalah proyek seni yang diinisiasi oleh Julia Sarisetiati dan dikuratori oleh Grace Samboh. Proyek ini adalah pengembangan dari penelitian dan hubungan jangka panjang Julia Sarisetiati dengan buruh migran Indonesia. Pameran ini menjelajahi perihal tubuh-tubuh yang berkuasa seperti pemerintah dan perusahaan menciptakan koreografi atas tubuh-tubuh yang disebar di seluruh dunia sebagai buruh migran, khususnya pada proses persiapan keberangkatan: pendidikan dan pelatihan.