All posts filed under: “Diskusi”

Diskusi Panel "Ingatan Bergegas Pulang"

English | Indonesia Bagaimana kita mesti melihat kesenian hari ini? Bagaimana seniman muda, khususnya di Indonesia, memaknai dua terma yang sering digunakan secara bergantian—dan bahkan kerap pula dipertentangkan dengan keliru konteks—yaitu “seni modern” dan “seni kontemporer”? Mungkinkah kita melihat keduanya sebagai kerangka berpikir yang dapat saling melebur, daripada sekadar soal metode, medium, dan pendekatan yang berbeda, sebagai usaha untuk melebarkan jangkauan seni dalam membingkai beragam persoalan sosial yang ada? Mengambil format simposium berisi dua pidato kunci dan tiga panel; menghadirkan sejumlah pembicara yang dianggap penting dalam skena seni rupa dan ilmu-ilmu sosial, acara ini merupakan bagian dari proyek Ingatan Bergegas Pulang dalam rangka meluaskan pembicaraan kita mengenai praktik kesenian para seniman muda hari ini. Berangkat dari karya-karya Suvi Wahyudianto yang dipamerkan dalam pameran tunggalnya yang bertajuk Ingatan Bergegas Pulang itu, simposium ini mencoba memetakan preferensi, wawasan, fokus-fokus isu, ragam ekspresi, orientasi, kecenderungan gaya ungkap, dan model-model dari upaya penemuan estetika baru oleh perupa kontemporer. Dengan melibatkan para pembicara dari berbagai bidang, antara lain seniman, kurator, dan peneliti sosial, simposium ini juga bertujuan untuk meninjau cara …

Ngaji Bunyi – "Does Sound Matter?" #3

Dalam acara ini, yang juga menandai hari terakhir pameran, peneliti dan penulis M. Yaser Arafat akan membagikan penelitian berkelanjutannya tentang pengaruh bahasa dan budaya Arab pada masyarakat kontemporer Indonesia, membahas tentang gelombang suara Arab baru-baru ini dan efeknya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sementara itu, aktivis media Pitra Hutomo dan Abdus Somad akan mengelaborasi subtitle dari Ngaji Bunyi, “Do Sound Matter?” ke ranah politik polifonik, mengatasi hubungan rumit antara suara, suara, kekuasaan dan perlawanan. Sesi diskusi tersebut dimoderatori oleh peneliti dan penulis Irfan R. Darajat.

Ngaji Bunyi – "Does Sound Matter?" #2

Acara ini edisi kedua dari Ngaji Bunyi–Does Sound Matter?, bagian dari tiga sesi rangkaian kajian yang memfokuskan pada bunyi dan diinisiasi oleh seniman Julian Abraham “Togar” dalam konteks pameran tunggalnya yang berjudul ~IIINNNGGG~ di Cemeti. Ngaji Bunyi-Does Sound Matter #1 yang pertama dilakukan oleh Togar telah berlangsung pada tanggal 2 Desember 2018 di Masjid Jendral Sudirman. Dokumentasi acara ini dapat dilihat di instalasi video yang ditampilkan di Cemeti.

Ngaji Bunyi: "Does Sound Matter?"

Diskusi Publik bersama Julian Abraham “Togar” Tanggal/Waktu : 2 Desember 2018, 20:00 WIB – selesaiLokasi : Masjid Jendral Sudirman, Jln. Rajawali No. 10, Kompleks Kolombo, Demangan Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281 Ngaji Bunyi – “Does Sound Matter?” adalah acara diskusi oleh seniman Julian Abraham ‘Togar”, berkolaborasi dengan Ketakmiran Masjid Jendral Sudirman dan Uya Cipriano. Tema utama acara ini, “Does sound matter?”, merujuk pada bunyi dalam fisika (immaterial) dan bunyi dalam seni (material), serta implikasi politisnya dalam kehidupan sehari-hari. Togar akan membahas beberapa topik seperti raga bunyi, amplifikasi, hubungan antara mendengar dan menyimak, sembari bertanya: ‘Kapan suara menjadi bunyi/menjadi bising?’, ‘Siapa yang berkuasa untuk memutuskan?’.  Acara ini akan didokumentasikan dan dipresntasikan sebagai bagian dari instalasi video selama penyelenggaraan ~IIINNNGGG~, pameran tunggal Julian Abraham “Togar” di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat. Baca esai “Ngaji Bunyi – Does Sound Matter?” di situs web Masjid Jendral Sudirman di sini. Dokumentasi: