All posts filed under: “Diskusi”

DKT Proyek Mustahil – Sesi 04

Bagaimana kita mengusahakan seni menjadi relevan bagi generasi sekarang dan mendatang, bagi generasi pandemi maupun pascapandemi?

DKT Proyek Mustahil – Sesi 02

Situasi pandemi memang memengaruhi pilihan-pilihan kita, terutama dalam berinteraksi dengan layar. Akan tetapi, pameran (seni) hanyalah salah satu format presentasi saja. Yang paling utama justru aksi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan. Memilih untuk setia pada tujuan itu, usaha mencari utopia dalam “dunia daring” justru menjadi menarik dan upaya mengejar hal itu bukan berarti mengingkari esensi dari seni-seni berbasis non-online.

DKT Proyek Mustahil – Sesi 01

Pokok-pokok yang diperbincangkan dalam DKT Proyek Mustahil – Sesi 01 ini, terutama, berkaitan dengan persoalan COVID-19 yang menjadi perhatian besar masyarakat sekarang ini, tidak terkecuali di mata para pekerja seni dan industri kreatif lainnya. Untuk mengelaborasi masalah tersebut, moderator meminta kesediaan setiap narasumber untuk berbagi pandangan mereka mengenai perubahan-perubahan yang dialami dan diamati secara personal, baik dalam kapasitas mereka sebagai pekerja sosial-budaya maupun tidak. Selain itu, diskusi ini juga menyinggung aspek filosofis dari ide “kemustahilan” yang biasanya inherent dengan praktik dan gagasan kesenian; masing-masing narasumber menyumbangkan pendapatnya dengan menarik beberapa konteks yang ada, entah itu berkaitan dengan praktik siasat pribadi atau organisasi tempat mereka bernaung, ataupun konteksnya dengan kebijakan-kebijakan terkini pemerintah, seperti “Kenormalan Baru”, serta kecenderungan orang-orang yang memanfaatkan teknologi daring sebagai alternatif.

Diskusi Panel “Ingatan Bergegas Pulang”

English | Indonesia Bagaimana kita mesti melihat kesenian hari ini? Bagaimana seniman muda, khususnya di Indonesia, memaknai dua terma yang sering digunakan secara bergantian—dan bahkan kerap pula dipertentangkan dengan keliru konteks—yaitu “seni modern” dan “seni kontemporer”? Mungkinkah kita melihat keduanya sebagai kerangka berpikir yang dapat saling melebur, daripada sekadar soal metode, medium, dan pendekatan yang berbeda, sebagai usaha untuk melebarkan jangkauan seni dalam membingkai beragam persoalan sosial yang ada? Mengambil format simposium berisi dua pidato kunci dan tiga panel; menghadirkan sejumlah pembicara yang dianggap penting dalam skena seni rupa dan ilmu-ilmu sosial, acara ini merupakan bagian dari proyek Ingatan Bergegas Pulang dalam rangka meluaskan pembicaraan kita mengenai praktik kesenian para seniman muda hari ini. Berangkat dari karya-karya Suvi Wahyudianto yang dipamerkan dalam pameran tunggalnya yang bertajuk Ingatan Bergegas Pulang itu, simposium ini mencoba memetakan preferensi, wawasan, fokus-fokus isu, ragam ekspresi, orientasi, kecenderungan gaya ungkap, dan model-model dari upaya penemuan estetika baru oleh perupa kontemporer. Dengan melibatkan para pembicara dari berbagai bidang, antara lain seniman, kurator, dan peneliti sosial, simposium ini juga bertujuan untuk meninjau cara …

Ngaji Bunyi – “Does Sound Matter?” #3

Dalam acara ini, yang juga menandai hari terakhir pameran, peneliti dan penulis M. Yaser Arafat akan membagikan penelitian berkelanjutannya tentang pengaruh bahasa dan budaya Arab pada masyarakat kontemporer Indonesia, membahas tentang gelombang suara Arab baru-baru ini dan efeknya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sementara itu, aktivis media Pitra Hutomo dan Abdus Somad akan mengelaborasi subtitle dari Ngaji Bunyi, “Do Sound Matter?” ke ranah politik polifonik, mengatasi hubungan rumit antara suara, suara, kekuasaan dan perlawanan. Sesi diskusi tersebut dimoderatori oleh peneliti dan penulis Irfan R. Darajat.