Author: Umi Lestari

Histrionik, Pantomime, Serta Luka Dan Bisa Kubawa Berlari

Latar belakang Mas Inyong dan Mas Jamal selaku pemain pantomime tentulah menjadi poin tambahan dalam film “Luka dan Bisa Kubawa Berlari”. Takusno selaku seniman, penggagas cerita, serta ada pula kameramen yang berusaha menangkap gerak, memang memiliki andil dalam pembuatan film tersebut. Mereka mungkin memasukkan sense seni rupa, seperti pilihan chiaroscuro supaya film lebih Rembrandt-esque, atau memberikan sense keruangan dalam gambar. Namun, saya melihat tindakan semacam ini sebagai upaya untuk framing tubuh yang telah “jadi” — tubuh yang di dalamnya berisi lema gestur hasil tempaan selama lebih dari dua puluh tahun.