Author: Manshur Zikri

Where are Gegerboyo’s Visual Sketches?

In that context, we can no longer limit sketches to manual, hand-drawn scribbles on a piece of paper. In reality, images from the (digital) media have taken a role as “medium of sketches”. The presence of sketches, for Gegerboyo, has transformed into a far larger vehicle than the limited scope of a manual scribble on a paper.

Tentang Meta-Dramatik

Saya menawarkan “meta-dramatik” sebagai premis bagi kumpulan babak/stanza yang disajikan, karena pameran ini membicarakan kemungkinan tentang bagaimana unsur-unsur dramatik, yang sudah lebih dulu terkandung dalam setiap karya, dapat saling bertaut dan mencapai suatu derajat yang lain.

Di mana Produksi Visual Gegerboyo?

Bisa dibilang bahwa, “memori fisikal” dari “proses produksi”-lah yang tengah dikedepankan dan menjadi tujuan Gegerboyo daripada sekadar arti tekstual yang—sebagaimana biasanya kita harapkan akan—dinarasikan dalam gambar-gambar tersebut. Dengan kata lain, gambar-gambar Gegerboyo bukan sedang “menarasikan hal”, melainkan “mensituasikan kita”.

Di mana Sketsa Visual Gegerboyo?

Kita kini tak bisa lagi membatasi sketsa gambar hanya pada coretan-coretan manual dengan tangan di atas kertas saja. Image-image dari media (digital), nyatanya, telah mengambil peran sebagai “medium sketsa”. Keberadaan sketsa, bagi Gegerboyo, telah beralih bentuk ke sarana yang lain yang lebih luas daripada ruang lingkup coretan manual di atas kertas.

Gazing into Gapura Buwana: An Artistic Reflection on Gegerboyo’s Formal Experiment

The “non-systemic” drawing workflow that has been implemented by Gegerboyo is, in fact, an attempt to go beyond the boundaries of the consecutive system. As we can see in this exhibition, titled Gapura Buwana, the visual tsunami on Gegerboyo’s walls is fragmental instead of sequential—the fragments of the images interrupt one another, resulting in a visual solidity.

Memandang ke dalam Gapura Buwana

Prinsip menggambar secara “non-sistem” yang selama ini telah diterapkan oleh Gegerboyo, pada nyatanya, merupakan upaya untuk melampaui batas sistem konsekutif. Sebagaimana yang dapat kita lihat di pameran yang berjudul Gapura Buwana ini, alih-alih sekuensial, tsunami visual pada dinding-dinding Gegerboyo bersifat fragmental—soliditas visualnya justru terjadi karena fragmen-fragmen gambar saling menginterupsi satu sama lain.

Mediated Resource Migration; Constructed Cultural Biotope

The issue that forms the basis of the artistic practices of Elia Nurvista and Youngho Lee, through which they attempt to draw connecting threads in this exhibition, is an enthusiasm for representing the phenomena of global migration of resources. They have investigated a number of these sources as historical issues, while others have been collected from contemporary encounters.

Migrasi Sumber Daya Termediasi; Biotope Budaya Terkonstruksi

Hal yang melandasi hubungan artistik antara Elia Nurvista dan Youngho Lee, yang coba ditarik benang merahnya dalam pameran ini, adalah antusiasme dari praktik mereka yang berusaha merepresentasikan gejala dari migrasi global sumber daya-sumber daya. Beberapa di antara sumber-sumber tersebut telah diteliti sebagai hal-hal kesejarahan, sedangkan yang lainnya cukup sering dipungut sebagai temuan-temuan kontemporer.