Author: Manshur Zikri

Mediated Resource Migration; Constructed Cultural Biotope

The issue that forms the basis of the artistic practices of Elia Nurvista and Youngho Lee, through which they attempt to draw connecting threads in this exhibition, is an enthusiasm for representing the phenomena of global migration of resources. They have investigated a number of these sources as historical issues, while others have been collected from contemporary encounters.

Migrasi Sumber Daya Termediasi; Biotope Budaya Terkonstruksi

Hal yang melandasi hubungan artistik antara Elia Nurvista dan Youngho Lee, yang coba ditarik benang merahnya dalam pameran ini, adalah antusiasme dari praktik mereka yang berusaha merepresentasikan gejala dari migrasi global sumber daya-sumber daya. Beberapa di antara sumber-sumber tersebut telah diteliti sebagai hal-hal kesejarahan, sedangkan yang lainnya cukup sering dipungut sebagai temuan-temuan kontemporer.

Kehadiran dan/dengan Menghadirkan Teks

“Teks” dalam kurasi arsip kali ini bukan merujuk pada teks dalam kerangka ranah tipografi belaka. Sebab Teks yang dimaksud—merujuk Barthes (1977)[2]—ialah hal yang “tergenggam” dalam bahasa, tanpa klasifikasi hierarkis, bersifat plural dan terbuka, serta bekerja sebagai penanda, di mana logika yang melekat padanya adalah metonimik, dan serta merta bisa berkembang layaknya organisme sehingga metafor ayang tepat baginya adalah “jaringan”. Teks dapat dilihat sebagai suatu bentuk yang tidak kaku. Teks tak lagi sebagai sebuah objek, melainkan sebagai suatu gagasan. Dengan demikian, konteks kehadiran teks dalam suatu ekspresi seni, atau bagaimana seniman menghadirkan teks tersebut, adalah poin penting yang menarik untuk ditelisik lebih jauh.

DKT Proyek Mustahil – Sesi 02

Situasi pandemi memang memengaruhi pilihan-pilihan kita, terutama dalam berinteraksi dengan layar. Akan tetapi, pameran (seni) hanyalah salah satu format presentasi saja. Yang paling utama justru aksi memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan. Memilih untuk setia pada tujuan itu, usaha mencari utopia dalam “dunia daring” justru menjadi menarik dan upaya mengejar hal itu bukan berarti mengingkari esensi dari seni-seni berbasis non-online.

DKT Proyek Mustahil – Sesi 01

Pokok-pokok yang diperbincangkan dalam DKT Proyek Mustahil – Sesi 01 ini, terutama, berkaitan dengan persoalan COVID-19 yang menjadi perhatian besar masyarakat sekarang ini, tidak terkecuali di mata para pekerja seni dan industri kreatif lainnya. Untuk mengelaborasi masalah tersebut, moderator meminta kesediaan setiap narasumber untuk berbagi pandangan mereka mengenai perubahan-perubahan yang dialami dan diamati secara personal, baik dalam kapasitas mereka sebagai pekerja sosial-budaya maupun tidak. Selain itu, diskusi ini juga menyinggung aspek filosofis dari ide “kemustahilan” yang biasanya inherent dengan praktik dan gagasan kesenian; masing-masing narasumber menyumbangkan pendapatnya dengan menarik beberapa konteks yang ada, entah itu berkaitan dengan praktik siasat pribadi atau organisasi tempat mereka bernaung, ataupun konteksnya dengan kebijakan-kebijakan terkini pemerintah, seperti “Kenormalan Baru”, serta kecenderungan orang-orang yang memanfaatkan teknologi daring sebagai alternatif.