Author: Cemeti

Jalar Rimpang 2022: Gymnastik Emporium & Proyek Edisi

Jalar Rimpang adalah salah satu subprogram dari Rimpang Nusantara, yang diinisiasi pada tahun 2022. Subprogram ini berisi proyek-proyek yang dilakukan oleh kelompok seni yang berbasis di Yogyakarta, dan secara khusus fokus pada upaya-upaya pembacaan terhadap situs-situs dan pola sosial generasi pasca-98. Untuk pelaksanaan pertamanya ini, Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat mengundang dua kelompok seni di Yogyakarta sebagai partisipan Rimpang Nusantara untuk subprogram Jalar Rimpang. Masing-masing kelompok menyelenggarakan proyek seni berdasarkan latar belakang praktik artistik mereka saat ini, dan mengatur sejumlah kegiatan publik yang dipresentasikan sepanjang bulan Mei hingga Juni 2022 di galeri Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat dan di sejumlah ruang publik di Yogyakarta. Dua kelompok seni tersebut, beserta dengan deskripsi ringkas mengenai proyek seni yang mereka lakukan, adalah sebagai berikut: Gymnastik Emporium Dalam rangka keikutsertaan di acara Kumpar Rimpang, khusus di subprogram Jalar Rimpang, Gymnastik Emporium menyelenggarakan proyek seni bertajuk Sanggar Seni Senam Maju di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat. Didukung dengan riset arsip terkait sejarah dan diskursus gerakan senam di Indonesia, serta melibatkan sejumlah guru sekolah dan …

Rotting Indomie Working Paper No 1

What do we know about Indomie, apart from its established existence as ubiquitous instant noodle? For many, Indomie performs as a fast track to obtain a budget decent meal. The decency value of Indomie can be adjusted according to various needs and a particular health ambition. The preference for Indomie is usually taken in favour of instantaneous, efficiency and economical values over the actual nutritional values contained in each noodle package. Eating is never not just about a matter of filling the fuel for our body-machines.

Kertas Kerja Pembusukan Indomie No 1

Apa yang kita ketahui tentang Indomie, selain eksistensinya yang mantap sebagai mi instan yang ada dimana-mana? Bagi banyak orang, Indomie tampil sebagai bagian dari jalur cepat untuk mendapatkan makanan yang layak dan murah. Nilai kelayakan dari Indomie bisa disesuaikan sesuai kebutuhan dan ambisi kesehatan tertentu. Preferensi atas Indomie biasanya diambil dengan mengutamakan nilai kesegeraan, efisiensi dan ekonomis, lebih dari nilai nutrisi yang terkandung dalam tiap bungkus mi. Tetapi makan bukan sekedar soal mengisi bahan bakar bagi tubuh-mesin kita.

Food Study: Mini Lab & Forum

Daftar Isi Pengantar | Kegiatan | Esai | Dokumentasi Food Study Mini Lab & Forum Inisiator: Ferial AfiffKolaborator: LabPangan, Warpopski, dan Bumi BagjaLokasi Riset: Kabupaten SukabumiLokasi Presentasi: Gelanggang Olah Rasa (GOR), Kabupaten Bandung Latar Belakang Saat gelombang pandemi Covid-19 kedua di tahun 2021, Ferial mulai terlibat aktif di LabPangan yang mengadakan program bagi-bagi makan gratis bagi pasien isoman. Total makanan yang dibagi gratis sampai ratusan porsi. Kala itu, banyak kelompok yang melakukan hal serupa. Namun, ada yang berbeda dengan kegiatan LabPangan. Inisiatif ini membagikan “makanan cantik” ke teman-teman yang aktif di dunia kreatif. Eksplorasi masakan cantik tinggi gizi dipelajari oleh inisiator proyek ini dari internet, baik makanan lokal nusantara maupun makanan dari belahan dunia lainnya. Akan tetapi, LabPangan melakukan riset pengembangan isi menu makanan dengan menelusuri banyak pasar di kota dan kabupaten Bandung, guna mendapatkan material makanan yang khas atau sesuai dengan menu yang diinginkan masyarakat. Kegiatan LabPangan sendiri sudah berlangsung sejak akhir 2020, diinisiasi oleh seniman gemar memasak bernama Fajar Abadi dan HarisMo. Fajar memang kerap mengundang teman-teman untuk menyantap hidangan yang dia masak. …

Body Journey

Lokakarya Body Journey diikuti 11 peserta dengan beragam profesi dan latar belakang; desain grafis, video/film, tari, digital, antropologi, aktor, kurator, performer, tata kelola seni, hingga lintas disiplin. Keindahan bukanlah tentang kebendaan fisik saja, namun bagaimana ia bisa kontekstual dengan kejelasan makna dan peristiwa.

Perayaan 100 Tahun Joseph Beuys

English | Indonesia Pengantar | Rangkaian Kegiatan | Dokumentasi 100 TAHUN JOSEPH BEUYS Aktivis. Pendidik. Pelopor. Ahli teori seni. Politikus. Joseph Beuys. *Teks diambil dari situs web Goethe-Institut Indonesien dengan sedikit perubahan di bagian akhir. Praktik, karya, dan aktivisme Joseph Beuys (1921-1986) memantik banyak perdebatan di berbagai bidang, seperti humanisme, filsafat sosial, antropologi, serta berpengaruh besar pada wacana seni kontemporer internasional abad ke-20. Fokus utama Beuys adalah memperluas definisi dan batas-batas seni. Pernyataannya “semua orang adalah seniman (Jeder Mensch ist ein Künstler)” mengacu pada keyakinannya akan kreativitas manusia yang universal dan kekuatan seni untuk membawa perubahan revolusioner. Sebagai salah satu profesor di Akademi Seni Düsseldorf (Kunstakademie Düsseldorf), sosoknya sampai hari ini juga masih mengingatkan banyak orang pada perdebatan mengenai dinamika antara formalitas pendidikan seni dan hasil sistem pendidikan itu bagi masyarakat. Memperingati perayaan 100 tahun Beuys yang jatuh pada tahun ini, Goethe-Institut Indonesien bersama para kolaborator antara lain Asep Topan, Erik Pauhrizi, Iwan Wijono, dan Tisna Sanjaya, menghadirkan serangkaian kegiatan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Gagasan dan semangat Beuys akan kembali diangkat dan digali relevansinya …