"Pameran", Akar Rimpang, KUMPAR RIMPANG, Yogyakarta
Comment 1

PLAYLIST ON, BAKAR MANYALA!

Indonesia | English

DAFTAR ISI
Pengantar Kuratorial | Daftar Karya | Presentasi Khusus | Dokumentasi

Presentasi Proyek Seni Akar Rimpang

PLAYLIST ON, BAKAR MANYALA!

(pameran, pemutaran film, performans, lecture performance, graffiti jamming, pementasan musik, tur pameran, diskusi dan bincang seniman)

29 September – 26 November 2022
Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat
Jl. D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta
10:00 – 17:00 | Selasa – Sabtu

Pembukaan :
Kamis, 29 September 2022
19:00 WIB

Presentasi Khusus :
to be announced

Kurator: Linda Mayasari

Partisipan Pameran

  • Engel Seran, Seniman Rimpang Belu, Atambua
  • Ester Elisabeth Umbu Tara, Seniman Rimpang Kupang, NTT
  • Remzky F. Nikijuluw, Seniman Rimpang Ambon
  • Syamsul Arifin, Seniman Rimpang Sampang, Madura
  • Suvi Wahyudianto, Seniman Rimpang Yogyakarta-Bangkalan, Madura
  • Rahmadiyah Tria Gayathri, Seniman Rimpang Palu, Sulawesi Tengah 
  • Tajriani Thalib, Seniman Rimpang Polewali Mandar, Sulawesi Barat
  • Arif Setiawan, Seniman Rimpang Pontianak, Kalimantan Barat
  • Robby Ocktavian, Seniman Rimpang Samarinda, Kalimantan Timur 
  • Ipeh Nur, Seniman Rimpang Yogyakarta
  • Ferial Afiff, Seniman Rimpang Bandung, Jawa Barat
  • Riky Fernando, Seniman Rimpang Tanjungpinang, Kepulauan Riau
  • Cut Putri Ayasofia, Seniman Rimpang Aceh

Pengantar Kuratorial

Berkawan tapi sebagian dari kami tak pernah saling berjumpa. Melalui jalar akar rimpang, angin, gelombang laut, getar lempeng bumi, burung-burung kabar, deru mesin-mesin, dan gawai komunikasi digital, kami kerap bercakap tentang peta situs misterius yang kami warisi. Peta-peta yang kami punya memiliki bentuk gulungan, goresan gambar, kata-kata sandi, bunyi, dan bau yang berbeda-beda. Anehnya, meskipun berada di tiga belas wilayah yang berjauhan, peta-peta itu seakan merujuk pada situs yang sama. Situs ini ternyata bukan sebuah lokasi wadak, melainkan ‘ruang’ dengan keluasan yang susah diukur. Di sana, hal-hal acak seperti ingatan janggal, mantra asing, kisah penguasa lalim dan messiah, cerita hantu, ulasan produk, preferensi musik dan film, wishlist,  selera makanan, drama skena, berita palsu, pasar digital dan lain sebagainya bercampur baur bak pengalaman. Terkadang butuh kata kunci untuk menangkapnya, seperti ketika kita browsing di internet. Sementara beberapa di antaranya muncul begitu saja seperti spam iklan pop-up

Di dalam situs itulah kami lahir dan dibesarkan dengan aneka asupan nilai, tata aturan, perspektif, imajinasi, teknologi hidup, informasi, dan rasa identitas. Menggaris waktu dengan jangka sejarah, kami menandai, situs itu berada dalam rentang masa lahir dan tumbuh kami ketika Orde Baru berkuasa, ditumbangkan oleh gerakan reformasi, dan masa transisi politik yang membawa kami mengalami lanskap sosial dan konteks sejarah yang berbeda. Kami pun menyebutnya sebagai situs generasi pasca reformasi 1998. Sadar posisi sebagai pribadi yang dibentuk di dalam situs tersebut, kami belajar membaca kembali pengalaman dan ruang hidup kami, mencoba menatap dengan beragam sudut pandang, menciptakan kisah dan mantra-mantra baru, meramu nilai-nilai baru, merajut keterhubungan, dan menggambar peta situs baru. 

Apa yang akan kawan jumpai di dalam presentasi ini adalah jejak proses belajar kami berupa pethilan dari 13 proyek Akar Rimpang yang telah kami selenggarakan secara simultan mulai April 2022 di kampung halaman kami masing-masing. Tentu saja tidak semua dapat kami usung ke sini, karena ada bagian-bagian yang memang sulit diterjemahkan dan dipindah ke konteks ruang Yogyakarta. Kami susun presentasi ini layaknya playlist yang dapat kawan alami secara langsung dengan beragam mode yang diputar dalam rentang durasi presentasi. Semoga ketika PLAYLIST ini ON sumbu lentera yang akan menerangi ruang percakapan kita akan dapat BAKAR MANYALA.

Sebagai bagian dari Rimpang Nusantara, digerakkan oleh Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat (@cemeti.institute) bersama 13 Seniman Rimpang Nusantara 2019-2022, didukung oleh Program The Next Generation-Prince Claus Fund (@princeclausfund).

Linda Mayasari
Kurator

Kembali ke Daftar Isi

1 Comment

  1. Pingback: PLAYLIST ON, BAKAR MANYALA! | CEMETI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.