"Esai", Akar Rimpang, Food Study: Mini Lab & Forum
Leave a Comment

GUNUNG ke GUNUNG

Salah satu kegiatan riset LabPangan di Sukabumi bersama pegiat Bumi Bagja. (Foto: LabPangan)

GUNUNG ke GUNUNG

Catatan singkat: Food study – mini Lab & Forum – Lab Pangan, Warpopski, Bumi Bagja

LabPangan sudah berkeinginan untuk berangkat ke Sukabumi setelah obrolan panjang bersama Ryan “Popo” Riyadi dari Warpopski. Obrolan ini tercetus setelah mereka mengisi program Bajak Dapur, tim Warpopski dan LabPangan menjelajahi Taman Hutan Raya Juanda. Popo mengajak LabPangan bertemu Isep Kurnia, pemilik dan penggiat food forest, bernama Bumi Bagja di Kecamatan Kadudampit, Sukabumi.

Cita-cita berangkat ke Sukabumi jadi kesampaian saat Ferial sebagai bagian dari LabPangan, juga bagian dari program berkelanjutan Rimpang Nusantara oleh Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, Yogyakarta. Dalam rangka keikutsertaan kegiatan publik Rimpang Nusantara yang bertajuk Kumpar Rimpang, Ferial mengajukan proyek Food study – Mini Lab & Forum, yang bertujuan untuk penjelajahan alam, sekaligus pembelajaran makanan hutan. Rimpang Nusantara sendiri telah berlangsung sejak 2018, dengan dukungan Prince Clause Fund for Culture and Development, kini yang terlibat di dalamnya ada 15 seniman dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Bumi Bagja berada di lereng atau kaki timur gunung Gede Pangrango. Tak seperti lereng seberangnya yang lebih populer (kawasan puncak bogor/taman safari), lereng timur atau Kadudampit cenderung basah lembab, dengan curah hujan lebih tinggi. Penduduk dan kawasan komersial sisi timur jauh lebih sedikit, sehingga kawasan hijaunya lebih banyak. Sehingga, walau beberapa titik ketinggiannya sama dengan Lab.Pangan, kawasan Bumi Bagja terasa lebih sejuk, dingin dan basah. Pada sisi lainnya, udara terasa sangat bersih, setiap hirupan terasa lebih segar dibanding alat bantu oksigen.

Menurut Isep Kurnia, hutan adalah kemewahan, saluran tak terbatas untuk kebutuhan manusia, dari sumberdaya hingga pengetahuan didalamnya. Sayangnya selama ini orang ke hutan, kurang memperhatikan bagaimana bersemuka dengan alam. Baginya biodiversity penting, perlu diversifikasi untuk bisa benar-benar mencapai ketahanan pangan. Kalau hanya bercocok tanam menggunakan pola industri monokultur, tetap akan kekurangan, perlu kebiasaan yang berbeda, untuk mengonsumsi pangan dari alam, seperti metode food foraging atau food forest.

Hal pertama yang dilakukan Isep saat membangun Bumi Bagja adalah menanam berbagai jenis pepohonan. Kondisi lahan berkemiringan curam, dengan sungai Cinumpang pada dasar lembahnya, tadinya didominasi tanaman bambu, mengakibatkan ketahanan tanahnya jadi ringkih, dan rawan longsor. Saat LabPangan datang, bentang alam Bumi Bagja sudah rimbun, banyak pepohonan besar, dengan tanaman yang beragam.

Selain itu, terdapat beberapa perbedaan antara LabPangan dan Bumi Bagja. LabPangan, seperti halnya Warpopski, adalah sebuah warung tempat makan. Uniknya, LabPangan, Warpopski, dan Bumi Bagja dipertemukan oleh irisan minat terhadap persoalan pangan. Sehingga, pertukaran wawasan antara ketiganya dapat menghasilkan obrolan mendalam, mengenai pangan, dan inovasi-inovasi kreatif seputar bahan makanan.

Akhirnya, kunjungan seminggu yang terasa sangat singkat, menjadi rentang waktu berharga bagi LabPangan untuk mencari, mempelajari, dan mengolah bahan makanan baru, serta kebiasaan-kebiasaan seputar makan yang sebelumnya kurang disadari. LabPangan tak lupa menyiapkan dan membawa sejumlah bahan masakan dari menu-menu andalan seperti; nasi kare, ramen, burger, chilli oil, dan dimsum.

Perjalanan keliling dan penjelajahan mendominasi kegiatan di hari kedua, ketiga, dan keenam dari masa bermukim di Bumi Bagja. Kegiatan memasak lebih dominan terjadi pada hari kelima, dan hari ketujuh. Sedangkan diskusi terus berlangsung setiap hari, setelah menyantap makan malam. Sementara, bersama Popo, yang hanya bisa menemani selama dua hari, diskusi hangat bersamanya tetap memberi wawasan mendalam mengenai pengelolaan tempat makan.

Penjelajahan tak berhenti di kawasan Bumi Bagja, juga dilakukan hingga melintasi area Taman Hutan Nasional Situgunung, mampir di kawasan Tanakita 5 Star Camp, lanjut ke ladang perkebunan di Kecamatan Kadudampit, dan persawahan di lembah Cikaramat. Isep juga memandu ke danau Situgunung, menyusuri hutan, hingga tiba di Curug Sawer. 

Sepanjang penjelajahan, Isep terus memperkenalkan aneka tumbuhan liar, yang dapat diolah menjadi bahan masakan. Sehingga sesi memasak tanaman liar banyak dilakukan LabPangan, serta mempelajari jenis bahan masakan yang diperjualbelikan di pasar Cisaat Sukabumi, yang tidak lazim ditemui di Bandung. 

Selain padatnya berbagai kegiatan di Bumi Bagja, LabPangan mendapatkan sejumlah contoh kerjasama, yang mungkin diwujudkan di Bandung bersama Taman Hutan Raya Djuanda. Dengan bercermin ke Bumi Bagja, mungkin kedepannya bisa membuat program dengan konsep food forest, dan pengetahuan tanaman pangan liar. LabPangan juga berharap kerja bersama Warpopski dan Bumi Bagja dapat berkelanjutan di masa depan. *

This entry was posted in: "Esai", Akar Rimpang, Food Study: Mini Lab & Forum

by

FERIAL AFFIF adalah seniman fleksibel yang telah aktif berkarya lebih dari 10 tahun. Saat ini ia berdomisili di Yogyakarta. Pola karyanya tak punya batasan maupun gaya tertentu, secara artistik dia kerap beralih-peran sebagai fasilitator/kurator/penulis/peneliti/produser/dsb. Dia senantiasa penasaran. berhubungan dengan orang lain serta kondisi kehidupan yang menyertainya, terutama tema lingkungan/gender/sejarah. Karyanya sempat hadir di berbagai kota di Indonesia dan negara lain seperti: Singapura,Myanmar, Jepang, Korea Selatan, India, Sri Lanka, Madagaskar, Switzerland, dan sebagainya, Ferial sejak 2012 menjadi anggota Lifepatch, sebuah inisiasi warga dalam seni-sains-teknologi. Sejak 2018 bersama Putri Wartawati, Ridwan Rau Rau, dan Yayasan Lingkar Semanggi (Tangerang) menginisiasi Expedition Camp sebuah forum temu dan berbagi per dua tahunan bagi para praktisi performans se-Asia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.