"Kabar Proyek", Akar Rimpang, Food Study: Mini Lab & Forum
Leave a Comment

Memasak Lagi: Catatan Lapangan Food Study (Bag. 07)

Minggu, 27 Maret 2022
Hari Memasak ke-2

Tim LabPangan menggunakan hari terakhir untuk kembali mengeksplorasi masakan. Aktivitas hari ini didominasi dengan kegiatan memasak bagi Fajar, Haris, Tsara, dan Widi.

Pagi hari, Haris berangkat ke pasar untuk belanja keperluan bahan masakannya. Sayangnya, Haris hanya membeli keperluan masakannya saja meski malam sebelumnya, tim sempat berdiskusi rencana pengolahan makanan hari ini dan apa saja kebutuhan yang perlu dibeli untuk melengkapinya. Setelah Haris kembali, Fajar kemudian berangkat ke pasar untuk melengkapi bahan makanan yang belum sempat terbeli.

Fajar memutuskan untuk memasak ayam goreng, sambil menghasilkan serundeng dari sisa bumbu gorengannya. Serundeng kali ini mengolah tanaman rimpang temuan Abah Isep sehari sebelumnya. Tanaman ini belum berhasil diidentifikasi secara pasti jenisnya, namun memiliki kemiripan jenis daun tanaman dengan pohon kecombrang, meski berukuran lebih kecil. Percobaan gorengan pertama tidak begitu kering, sehingga bahan serundeng digoreng untuk yang kedua kalinya. Percobaan kedua langsung berhasil dan disuguhkan untuk menu makan siang bersama.

Setelah selesai menyiapkan serundeng, Fajar juga mulai mengolah ikan hiu asin yang dibeli dari pasar baru Cisaat. Fajar memasukkan teri di antara daging hiu yang terbelah, seolah ikan hiu tersebut baru saja memakan ikan teri sebelum di tangkap. Setelah menambah bumbu dan cabai ke dalam susunan ikan, Fajar membalut semuanya dengan daun labu. Uniknya, daun labu tersebut berkhasiat menyerap sebagian rasa asin dari kedua ikan yang dibalutnya. Alhasil, rasa asin dari kedua ikan sedikit berkurang dan memunculkan rasa ikan yang sebelumnya samar.

Haris memutuskan untuk mengolah sambal hijau dengan bahan hasil belanjaannya. Sambal itu mirip dengan sambal hijau pada masakan Padang, namun tidak persis sama. Sambal itu menjadi pasangan untuk menyantap ayam goreng bumbu rimpang yang telah dipersiapkan. Haris juga membuat beberapa acar, seperti acar timun, acar kucai, dan acar cabai hijau yang terasa segar untuk mengimbangi menu ayam goreng. Ketiga acar ini disuguhkan di malam hari.

Foto bersama tim LabPangan bersama pegiat di Bumi Bagja. (Foto: LabPangan)

Berdasarkan hasil obrolan di Sabtu malam, Ferial mengusulkan untuk mengolah tanaman-tanaman temuan di sekitar Bumi Bagja menjadi sebuah menu salad, lengkap dengan beberapa saus siramannya. Haris kemudian mulai mengolah bunga, daun-daun, dan buah beri yang tersedia  ke dalam susunan estetis di dalam tiga mangkok. Haris lalu membuat tiga jenis saus untuk menemani salad tersebut. Ferial ikut menambahkan saus keempat dengan campuran garam, minyak goreng dan bawang goreng. Saus bawang putih dari Haris dicampur dengan saus bawang goreng dari Ferial menjadi campuran menarik yang cocok untuk dipasangkan dengan masakan sayuran maupun ikan dan daging yang ada di malam itu.

Tsara dan Widi fokus memasak hidangan penutup berupa lobi-lobi berbahan talas isi lompong dan singkong bumbu Thailand (menggunakan siraman campuran susu, santan, dan gula). Kedua makanan ini dipersiapkan sejak sore hari untuk disantap pada malam harinya. Kedua makanan ini menambah nuansa makanan manis di antara makanan asin dan gurih yang tersedia. Tsara dan Widi menggunakan sarung tangan dari kantong plastik untuk mengupas dan memotong talas saat membuat lobi-lobi. Mereka telah belajar dari pengalaman sebelumnya untuk menghindari getah talas yang menyebabkan rasa gatal dan perih.

Untuk menambah menu masakan di malam harinya, Tsara menyiapkan gorengan tempe yang renyah, cocok untuk dimakan bersama sambal merah yang tersedia. Siang harinya, sempat terjadi kejadian yang mengagetkan ketika Widi tiba-tiba diserbu oleh Racik, anjing dari Abah Isep. Untungnya Abah Isep segera menghentikan Racik sebelum menggigit Widi yang sudah pasrah sehingga suasana kembali normal.

Abah Isep tak kalah bersemangat di hari memasak kali ini. Ia ikut membuat tumisan lidah sapi asap hasil olahannya dicampur sayur hijau, dengan bumbu kecap manis, garam, dan lada hitam. *


Kabar Lainnya tentang Proyek Food Study: Mini Lab & Forum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.