"Kabar Proyek", Akar Rimpang, Food Study: Mini Lab & Forum
Leave a Comment

Curug Sawer: Catatan Lapangan Food Study (Bag. 06)

Sabtu, 26 Maret 2022
Meninjau Curug Sawer

Pada hari Sabtu, 11.14 WIB, tim LabPangan berangkat ke Curug Sawer. Sebelumnya, Fajar dan Haris telah menyiapkan sarapan nasi goreng teri. Tim memutuskan untuk menyewa angkot ke pintu Situ Gunung. Tujuan kali ini adalah mengumpulkan aneka tumbuhan dan buah yang bisa menjadi bahan minuman. Tim berencana meracik minuman dengan bahan yang ada di sekitar Bumi Bagja, khususnya akar rhemason.

Menuju Curug Sawer. (Foto: LabPangan)

Pukul 12.21, tim beristirahat di tempat peristirahatan di pinggir jalan. Fajar, Ferial, dan Abah Isep mulai menyalakan rokok. Ferial mulai merasa sengatan di mukanya setelah terkena daun Pulus. Rasa pedih berubah menjadi gatal setelah beberapa waktu.

Tim LabPangan dan Abah Isep beristirahat sejenak. (Foto: LabPangan).

Sekitar pukul 13.00, Tim beristirahat di tempat makan sambil berteduh dari hujan selama satu jam. Tim melanjutkan perjalanan ke Curug Sawer sekitar pukul 14.00 WIB. 

Ketika sampai di depan Curug Sawer, sudah terlihat strategi ekonomi dari pengelola Curug yang membatasi jalur menuju Curug, sehingga harus melewati tempat makan dan suvenir terlebih dahulu. Tata letak direncanakan sedemikian rupa untuk meningkatkan penghasilan warga sekitar, bahkan sebuah pangkalan ojek resmi ada di dekat Curug. Tim berjalan mendekati air terjun setinggi 35 meter tersebut dan lalu berfoto. Terlihat beberapa pohon beunying yang sedang berbuah di sekitar Curug.

Setelah selesai berswafoto, tim kembali ke Bumi Bagja bersamaan dengan berhentinya hujan. Sambil melepas jas hujan masing-masing, tim pulang ke Bumi Bagja dengan jalur lain yang menyusuri sisi sungai dan bertemu dengan dapur pertama Popo. Setelah tiba di persimpangan tempat penampungan air,  Abah Isep, Fajar, dan Haris memutuskan untuk lewat dapur pertama, sedangkan Ferial, Tsara, dan Widi menempuh jalur lain yang dilalui angkot. Pukul 16.00 WIB, seluruh anggota tim telah kembali.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Ferial mulai membuat roti prata untuk menemani makan sisa labu lentil kemarin. Haris kemudian ikut membantu dan 30 menit kemudian Fajar mulai memasak genjer hasil keliling di hari Rabu dicampur kikil dan tempe dengan tauco rekomendasi dari Abah Isep.

Foto: LabPangan

Kabar Lainnya tentang Proyek Food Study: Mini Lab & Forum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.