"Kabar Proyek", Akar Rimpang, Food Study: Mini Lab & Forum
Leave a Comment

Bumi Bagja: Catatan Lapangan Food Study (Bag. 01)

Senin, 21 Maret 2022
Hari Keberangkatan dari Bandung ke Sukabumi

Pukul 8.36 WIB, tim LabPangan bersiap-siap untuk berangkat. Bekal makanan dan buah tangan siap-siap diangkut. Haris, Widi, dan Sarah merapikan wakame, nori, roti bun, dimsum, mie, sayur mentah, chilli oil, mayonnaise, dan daging ayam. Ferial lalu membagikan uang perdiem untuk tim yang akan berangkat ke Sukabumi. 

Naufal datang untuk mengantar tim ke Sukabumi dengan mobil Grandmax-nya dan langung menyeduh kopi saat Haris sedang makan sarapan. Ferial, Doni, Widi, dan Sarah sudah sarapan di rumah.

Pukul 10.07 WIB, tim LabPangan naik mobil Naufal dan mulai berangkat ke Sukabumi. Setelah mobil berangkat, terlebih dahulu isi bensin Pertamax Rp. 200.000 sambil menitipkan cucian kotor dan lalu mampir ke studio Arin untuk mengembalikan buku. Baru saja mobil melaju selama 30 menit, sebagian tim sudah mulai lapar (karena belum sarapan). Akhirnya, tim mampir ke Indomaret untuk membeli jas hujan (hampir semua lupa untuk membawa/ belum memiliki jas hujan) sambil menyantap kupat tahu Abah Ikin. Informasi cuaca di sekitar Gunung Pangrango akhir-akhir ini terus hujan sehingga disarankan oleh Popo untuk menyiapkan perlindungan ekstra dari basah dan dingin.

Setelah melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi, Sarah dengan terbuka membagi-bagikan makanan dan Widi mulai curhat mengenai hubungan percintaannya ketika tim melintasi Ciburuy. Haris lebih banyak berdia diri dan bernyanyi sendiri karena masih ‘suka mabuk perjalanan’. Fajar dan Ferial sering kali menjadi awal pemicu obrolan santai dalam mobil.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tim singgah untuk makan siang di restoran sate dekat Sukabumi. Doni terlibat meeting zoom saat yang lain mulai menyantap makanan masing-masing. Setelah selesai makan, tim kembali melanjutkan perjalanan. Haris dan Sarah sesekali kompak menyanyikan lagu Tulus saat diputar di dalam mobil.

Pukul 17.00 WIB, tim LabPangan sampai di Bumi Bagja. Popo datang menjemput tim yang belum tahu lokasi persis tempat menginap. Ketika tiba di lokasi, Popo langsung memperkenalkan tim LabPangan dengan Abah Isep Kurnia, selaku tuan rumah dari Bumi Bagja. Haris dengan sigapnya langsung bertanya soal kulkas yang bisa dipergunakan untuk menyimpan bahan makanan yang rentan rusak. Fajar lalu ikut serta dan bersama Haris membawa dan memindahkan bahan makanan ke rumah Abah Isep yang dengan terbuka menawarkan kulkasnya untuk dipergunakan. Tampaknya, Haris dan Fajar menjadi anggota tim yang paling berorientasi kerja di hari pertama ini.

Sementara itu, Sarah dan Widi di sisi lain tengah sibuk mengabari keluarga masing-masing di Bandung dan mereka berdua kemudian beristirahat di kursi sofa. Ferial mulai berbincang dengan Popo dan Abah Isep mengenai ruang dan bangunan di Bumi Bagja.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 17.16 WIB, Popo memberitahu Fajar tentang daun Walang atau Kulantro. Keduanya langsung tertarik untuk mencium baunya. Haris dan Ferial lantas ikut menghampiri Abah Isep yang sedang menawarkan daun-daun Walang. Ferial langsung menghampiri Tsara dan Widi  yang tengah duduk untuk membahas posisi kamar mereka sekaligus memindahkan barang bawaan ke dalam kamar. Di sisi lain, Haris lanjut berbincang dengan Abah Isep mengenai bahan makanan dari hutan.

Setelah memasuki waktu Maghrib, sekitar pukul 18.30, obrolan terus bergulir antara tim LabPangan dengan pihak yang ada di Bumi Bagja. Haris bertanya, meminta saran dan solusi untuk persoalan lalat di GOR ke Abah Isep. Sebelumnya, Haris juga aktif bertanya mengenai persoalan dapur, terutama manajemen pembuangan dan pengolahan sampah dapur.

Haris juga bertanya ke Abah Isep tentang lokasi-lokasi menarik untuk dikunjungi di sekitar tempat menginap. Sekitar satu jam sebelumnya, Fajar dan Ferial sudah berbincang dengan Popo tentang tempat-tempat “pangan” di sekitar lokasi menginap. Popo sempat merekomendasikan nasi merah dari Cikaramat.

Di malam hari, Ferial mendiskusikan biaya dan pembelian makanan dengan Popo. Ferial menanyakan soal pembelian makanan jika dilakukan melalui Abah Isep untuk tim LabPangan yang hendak menginap untuk seminggu ke depannya. Popo menjelaskan beberapa kemungkinan untuk belanja makanan, dari pembelian langsung, hingga pembelian melalui Abah Isep. Mengingat Popo akan pulang esok hari, Fajar, Ferial, dan Haris melanjutkan obrolan dengan Popo hingga larut malam. *


Kabar Lainnya tentang Proyek Food Study: Mini Lab & Forum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.