"Pengantar Proyek", Akar Rimpang, Food Study: Mini Lab & Forum
Comments 2

Food Study: Mini Lab & Forum

Daftar Isi

Pengantar | Riset | Presentasi Publik | Esai | Dokumentasi


Food Study

Mini Lab & Forum

Inisiator: Ferial Afiff
Kolaborator: LabPangan, Warpopski, dan Bumi Bagja
Lokasi Riset: Kabupaten Sukabumi
Lokasi Presentasi: Gelanggang Olah Rasa (GOR), Kabupaten Bandung


Latar Belakang

Saat gelombang pandemi Covid-19 kedua di tahun 2021, Ferial mulai terlibat aktif di LabPangan yang mengadakan program bagi-bagi makan gratis bagi pasien isoman. Total makanan yang dibagi gratis sampai ratusan porsi. Kala itu, banyak kelompok yang melakukan hal serupa. Namun, ada yang berbeda dengan kegiatan LabPangan. Inisiatif ini membagikan “makanan cantik” ke teman-teman yang aktif di dunia kreatif.

Eksplorasi masakan cantik tinggi gizi dipelajari oleh inisiator proyek ini dari internet, baik makanan lokal nusantara maupun makanan dari belahan dunia lainnya. Akan tetapi, LabPangan melakukan riset pengembangan isi menu makanan dengan menelusuri banyak pasar di kota dan kabupaten Bandung, guna mendapatkan material makanan yang khas atau sesuai dengan menu yang diinginkan masyarakat.

Kegiatan LabPangan sendiri sudah berlangsung sejak akhir 2020, diinisiasi oleh seniman gemar memasak bernama Fajar Abadi dan HarisMo. Fajar memang kerap mengundang teman-teman untuk menyantap hidangan yang dia masak. Masakannya selalu ajaib, entah terinspirasi film, atau dari cerita teman yang rindu masakan daerah tertentu. Rasanya selalu enak!

Di awal-awal pelaksanaan proyek LabPangan, Fajar memulainya dengan memasak Ramen. Bumbu masakan asal Jepang ini biasanya mahal. Untuk proses mengolahnya pun, jika ingin mengikuti yang proses tidak instan, terbilang cukup rumit. Akan tetapi, Fajar berhasil meretas rasa, meramu bumbu yang tersedia di pasar atau toko yang ada di Bandung, tanpa harus ke toko impor. Tak berhenti sampai di pembuatan dan kejaran rasa yang persis sama dengan di Jepang, Fajar juga mencampur ramennya dengan dedaunan khas nusantara, misalnya ramen jadi yang dipadu dengan daun ketumbar.

Haris pun demikian. Dia memulai kegiatan proyek LabPangan dengan membuat berbagai fermentasi rempah, kemudian membuat burger. Burger asal Amerika itu di-infus dengan bunga kecombrang, sedangkan yang rasa keju di-infus dengan daun ketumbar. Karena roti dengan harga moderat yang beredar di pasaran juga kurang banyak pilihan, akhirnya Haris belajar membuat roti sendiri.

Mulai Desember 2020, Fajar dan Haris memutuskan untuk menjual ramen dan burger buatan mereka, dimulai dengan membuka layanan pesan-antar makanan. Orang-orang dapat meng-order via Instagram dan WhatsApp. Hingga akhirnya, kedua seniman ini membuka warung makanan.

Sejak Juli 2021, Ferial turut serta dalam eksplorasi mereka, terutama dalam kritik rasa, dan kebertahanan warung. Ferial juga membuka dialog antartim di dalam LabPangan yang kini anggotanya menjadi berlima (ditambah dua orang warga sekitar: Sarah dan Widi).

Akhirnya, Ferial bersama seluruh tim di LabPangan belajar membuka dan mengelola sebuah warung yang berlokasi di Gelanggang Olah Rasa (GOR).

Hingga kini, warung tersebut memang belum sempurna. Sudah dua kali bangkrut didera gelombang PPKM/pandemi, serta bongkar-pasang sistem yang tetap bisa menjadi produk artisanal, berkarya bersama dalam bentuk makanan.

Para pengelola warung ini sekarang juga mulai mengolah tanah yang ada di pekarangan GOR bersama satu orang personil baru, bernama Baya. Harapannya, tanah tersebut dapat diolah untuk menanam tanaman pangan. Selain aktivitas internal bersama tim yang ada di dalam proyek, LabPangan secara reguler juga memulai program “Bajak Dapur” sejak bulan September 2021. Program ini mengudang teman, seniman, dan pengelola usaha makanan lainnya untuk “mengambil alih” dapur di LabPangan, serta turut menjual masakan yang mereka buat. 

Deskripsi Proyek

Dalam program Bajak Dapur, LabPangan mengundang Warpopski, sebuah warung yang diinisiasi seniman bernama Riyan ‘Popo’ Riyadi di Tebet. Warpopski mulai membajak dapur LabPangan pada akhir Januari 2022. Tidak hanya Popo, tetapi juga seluruh tim dari Tebet hadir. Dari sinilah terjadi percakapan yang cukup panjang, berangkat dari kemiripan cara masing-masing pengelola usaha makanan menghadirkan makanan di warung mereka masing-masing.

Tim LabPangan belajar banyak terkait bagaimana mengelola usaha makanan, mulai dari siasat menghadapi konsumen hingga cara kerja pengolahan dalam dapur. Tak hanya mengolah makanan, mengolah warung juga dapat menjadi medium berkarya, sama halnya dengan performans, atau berkarya yang lain, karena menu yang dihadirkan bisa unik, cenderung suka-suka, atau dari hasil mengulik yang tidak akan pernah selesai.

Dari pertemuan tersebut, LabPangan dan Warpopski mengadakan pertemuan rutin akhir pekan untuk berdiskusi dan memasak bersama. Melalui karya masakan, para pegiat dari kedua inisiatif ini juga membahas isu-isu tentang makanan, macam-macam jajanan favorit di lingkungan sekitar, dan juga tanaman-tanaman liar yang dapat diolah menjadi makanan.

Dari kegiatan tersebut, LabPangan dan Warpopski merancang kegiatan baru untuk bertemu di Sukabumi. Pertemuan ini juga diiringi dengan kegiatan mengeksplorasi perkebunan sayur di kota tersebut, pola konsumsi warga setempat, serta mengunjungi pegiat-pegiat makanan yang juga mempunya cita-cita aktivisme yang sama, salah satunya Bumi Bagja.

Output Proyek

Hasil dari pertemuan LabPangan dan Warpopski di Sukabumi dihadirkan sebagai suatu presentasi publik dalam bentuk pameran di GOR, dilengkapi dengan acara diskusi, serta siaran daring di akun Instagram LabPangan dan GOR. Rangkaian kegiatan ini juga menyajikan menu-menu makanan dan resep-resep makanan sebagai oleh-oleh dari perjalanan riset di Sukabumi. Selain itu, juga diproduksi zine digital berisi dokumentasi selama proses riset di Sukabumi, serta teks-teks catatan observasi harian, dan juga informasi mengenai resep-resep makanan terpilih.

Kembali ke Daftar Isi


RANGKAIAN KEGIATAN

Riset LabPangan dan Warpopski ke Sukabumi

Kembali ke Daftar Isi

Presentasi Publik

Kembali ke Daftar Isi

2 Comments

  1. Pingback: Menengok Kegiatan Lab Pangan dan Gymnastik Emporium | CEMETI

  2. Pingback: Akar Rimpang 2022: 13 Seniman 13 Proyek | CEMETI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.