Month: June 2021

While The Wound and Venom I Carry as I’m Running

Ghost light is the entrance to then widen the gaze. The method we take is to re-abstract the artistic objects that Dalijo has created. Then parse the narratives around the installation elements and at the same time imagine the possible repertoire. Then pack it back into one statement: wound and venom I carry as I’m running.

Selagi Luka dan Bisa Kubawa Berlari

Ghost light adalah pintu masuk untuk kemudian meluaskan tatapan. Cara yang kami tempuh adalah mengabstraksikan kembali objek-objek artistik yang telah Dalijo ciptakan. Lalu mengurai kembali narasi-narasi di seputar elemen instalasinya dan sekaligus membayangkan kemungkinan repertoarnya. Lantas, memadatkannya kembali menjadi satu pernyataan: luka dan bisa kubawa berlari.

Tentang Meta-Dramatik

Saya menawarkan “meta-dramatik” sebagai premis bagi kumpulan babak/stanza yang disajikan, karena pameran ini membicarakan kemungkinan tentang bagaimana unsur-unsur dramatik, yang sudah lebih dulu terkandung dalam setiap karya, dapat saling bertaut dan mencapai suatu derajat yang lain.

Ghost Light

The curatorial basis of this exhibition is the artist’s desire to express his interludial moment of a long process of using the textual medium in exploring the potentiality of fiction as a technique for deconstructing the history. Simultaneously, Ghost Light shows the parallelity of the artist’s evolving artistic method; his text-based archival processing is substituted by exposing the production background to play with the liminality between fiction, history, imagination, memory, and reality, as well as the actual process to respond to these five things.

Ghost Light

Landasan kuratorial pameran ini ialah keinginan si seniman untuk mengekspresikan momen jedanya dari proses panjang memanfaatkan medium teks dalam menjelajahi kemungkinan fiksi sebagai teknik dekonstruksi sejarah. Secara bersamaan, Ghost Light menunjukkan paralelitas dari metode berkesenian Angga yang masih terus berkembang itu; pengolahan arsip berbasis teks disubstitusi dengan pemajanan dapur produksi untuk memainkan liminalitas antara fiksi, sejarah, imajinasi, ingatan, dan kenyataan, serta proses aktual untuk menanggapi kelima perihal tersebut.