"Diskusi", Gapura Buwana
Comment 1

Diskusi Publik Pameran Tunggal Gegerboyo: “Gapura Buwana”

Working Process “Gapura Buwana”

Di tengah-tengah perkembangan media digital yang pesat, bagaimana kita memaknai kedudukan gambar, terutama di dalam ranah seni rupa? Apakah yang bisa memperkaya pemahaman kita terhadap seni rupa ketika menelaah hubungan tarik-menarik antara produksi dan distribusi gambar berbasis digital dan nondigital itu?

Dua pertanyaan di atas adalah picuan untuk mengelaborasi diskusi mengenai praktik kekaryaan Gegerboyo. Selain berbincang dengan para seniman anggota kelompok ini, Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat juga mengundang sejumlah pembicara (seniman, kurator, arsiparis, dan peneliti/penulis) untuk berbagi pandangannya mengenai wacana gambar sekaligus menanggapi apa yang sudah dikerjakan oleh Gegerboyo pada pameran Gapura Buwana

Acara diskusi publik ini terbagi ke dalam tiga sesi yang akan diselenggarakan secara luring dalam Bahasa Indonesia pada hari berbeda di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat.

Diskusi Publik 01

Wicara Seniman: Gegerboyo

16 April 2021, pukul 15:00 – 17:00 WIB

Pada sesi ini, Gegerboyo akan berbagi cerita terkait pengalaman praktis mereka sebagai kolektif seniman, termasuk di antaranya proses yang telah mereka lalui selama mengerjakan karya untuk pameran Gapura Buwana. Selain itu, anggota Gegerboyo juga akan berbagi pandangan mereka tentang preferensi visual, inspirasi karya, serta visi artistik yang mereka punya, baik sebagai kolektif seniman maupun sebagai seniman individu.

Moderator:
Agnesia Linda Mayasari (Direktur Cemeti)

Pembicara:
Vendy Methodos
– Enka Komariah
– Dian Suci Rahmawati
– Ipeh Nur
– Prihatmoko Moki

Diskusi Publik 02

“Kemungkinan-kemungkinan dari Kontekstualisasi Gambar”

20 April 2021, pukul 15:00 – 17:00 WIB

Elaborasi atas gambar, baik dari segi bentuk (form) maupun isi (content), bukan saja soal bagaimana membicarakan apa yang tampak. Nyatanya, seniman juga melalui proses yang panjang untuk menghasilkan sebuah gambar, dan selanjutnya, gambar hasil gubahannya akan melalui proses pemaknaan, penggunaan kembali, dan pewacanaan yang bahkan berumur lebih panjang. Jika kita mengarahkan perbincangan tentang gambar ke ranah pergulatan teknis seniman, pada satu sisi, dan kemungkinan bagaimana gambar tersebut ditempatkan pada konteks-konteks di luar dirinya, pada sisi yang lain, maka kita mengamini bahwa konteks yang dimiliki oleh gambar itu sendiri adalah sesuatu yang lentur. 

Ketiga pembicara dan moderator di dalam sesi ini diharapkan bisa memperkaya pembacaan kita mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terdapat di dalam usaha kontekstualisasi gambar. Gambar bisa saja semata sketsa. Gambar dapat dialihwahanakan ke medium ataupun perangkat yang berbeda. Gambar juga kerap menjadi atribut pelengkap pada keluaran-keluaran artistik lainnya. Pada akhirnya, gambar dapat pula menjadi arsip. Gambar, dengan begitu, juga berperan sebagai metode. Bagaimana kemungkinan-kemungkinan ini ditafsir tanpa terjebak pada batasan-batasan di dalam ranah seni rupa semata, tetapi justru memperkaya pandangan seni itu sendiri?

Moderator:
Gunawan Maryanto (Sastrawan; Teater Garasi)

Pembicara:
Agung Kurniawan (Seniman)
Fajar Wijanarko (Arsiparis dan Kurator Museum Sonobudoyo)
Taufiq Nur Rachman (Penulis/Peneliti)

Diskusi Publik 03

“Gambar yang Diperluas: Membaca Nilai-nilai Sosial Gambar”

22 April 2021, pukul 15:00 – 17:00 WIB

Gambar tidak akan berhenti pada posisinya ketika ia ditampilkan. Baik dari segi wujud fisik maupun kedudukan konseptualnya, gambar niscaya bersifat mobil. Tentu saja, perluasan dan perpanjangan pesan dari suatu gambar dengan sendirinya akan melibatkan media di luar dirinya. Karena itu, media massa bisa dipahami sebagai salah satu faktor yang memungkinkan perluasan dan perpanjangan gambar di ranah kehidupan sosial. Adakah kemungkinan-kemungkinan lain dari hal itu?

Ketiga pembicara dan moderator di dalam diskusi ini diharapkan dapat berbagi pandangan mengenai potensi dari perluasan nilai dan fungsi gambar yang mungkin terjadi pada aktivitas-aktivitas sosial di luar lingkup produksi dan eksibisi gambar (pameran). Dari sini, kita akan bertemu soal “gambar di ruang publik”, sekaligus “gambar publik”. Selain itu, juga tentang potensi dari eksperimen bentuk dari “gambar yang diperluas”, yang bukan hanya terkait dengan eksplorasi ruang penempatan/presentasi gambar, tetapi juga perihal pengembangan bentuk dan estetika dari gambar itu sendiri, dalam rangka menerabas batasan-batasan permukaan datar yang kerap menjadi dunianya. Bagaimana “perluasan gambar” dan “gambar yang diperluas” ini memainkan perannya di ranah-ranah aktivitas sosial kita, baik dalam keseharian masyarakat dalam konteks perkembangan budaya massa, maupun dalam momentum-momentum tertentu di ranah pergerakan dan pemberdayaan masyarakat?

Moderator:
Manshur Zikri (Kurator; Cemeti)

Pembicara:
Samuel Indratma (Seniman)
Syafiatudina (Kurator; KUNCI Study Forum & Collective)
Ladija Triana D. (kurator; Kantin Kurasi)

Harap baca dengan seksama protokol kesehatan kami sebelum melakukan registrasi diskusi publik.

CEMETI – TINDAKAN PENCEGAHAN COVID-19

Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat akan dibuka pada 9 April – 7 Mei 2021 dalam rangka Pameran Tunggal Gegerboyo: GAPURA BUWANA. Keselamatan dan kesehatan pengunjung, seniman, mitra, dan tim Cemeti adalah prioritas utama kami. Cemeti akan mengikuti rekomendasi otoritas setempat untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19. Berikut ini adalah tindakan pencegahan yang telah dan sedang kami lakukan untuk tim Cemeti, seniman, mitra, dan pengunjung kami.

Kami memberitahukan bahwa, sejauh ini apabila tim Cemeti mengalami gejala COVID-19, maka diwajibkan untuk tetap berada di rumah dan melakukan Rapid Test atau PCR/Swab Test. Tim Cemeti yang telah bepergian ke luar kota diharuskan untuk mengisolasi diri dan melakukan Rapid Test/Swab Test untuk memastikan tidak adanya penularan sebelum kembali bekerja.

Jika Anda mengalami gejala COVID-19 atau merasa kurang sehat, harap tunda kunjungan Anda sampai kondisi lebih baik.

Akses

  • Area Parkir : Sepeda motor di area parkir Cemeti, sedangkan untuk mobil disediakan di tepi jalan sekitar area Cemeti.
  • Pintu depan Cemeti akan tetap ditutup. Pintu masuk terdapat di sisi kiri gedung.

Langkah Pencegahan

  • Harap ikuti petunjuk dari staff.
  • Lakukan pemeriksaan suhu badan menggunakan thermogun sebelum memasuki gedung. Jika suhu Anda mencapai 100,4°F / 38°C atau lebih tinggi, kami akan meminta Anda untuk berkunjung di hari lain.
  • Cuci tangan Anda dan gunakan hand sanitizer sebelum memasuki ruang galeri. Fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer akan disediakan di pintu masuk.
  • Semua pengunjung berusia di atas dua tahun wajib menggunakan face shield atau masker dan harus dipakai selama kunjungan.
  • Menerapkan physical distancing. Jaga jarak setidaknya sekitar 1 – 2 meter (6 kaki) dari orang lain.
  • Kami telah meningkatkan kebersihan secara signifikan di ruang galeri. Seluruh area yang dapat disentuh dan dipegang oleh pengunjung dan staf, dibersihkan setiap hari secara reguler selama pameran berlangsung.
  • Tidak ada kontak fisik secara langsung dengan karya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

PELACAKAN DATA KONTAK

Seluruh data pengunjung akan disimpan dengan aman tidak kurang dari 1 bulan setelah pameran ditutup dan sesuai dengan persyaratan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No.77 tahun 2020. Data yang tidak diperlukan setelah waktu tersebut akan dibuang dengan aman.

1 Comment

  1. Pingback: Di mana Sketsa Visual Gegerboyo? | CEMETI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.