"Presentasi Khusus", Arsip Proyek Pilihan #002: Mas Makelar, sebARSIP
Leave a Comment

Mas Makelar Cari Untung

sebARSIP – Arsip Proyek Pilihan #002: “Mas Makelar”

Mas Makelar Cari Untung

DALAM PRAKTIK JUAL-beli, tidak hanya interaksi antara penjual dan pembeli, tapi terkadang ada juga pihak ketiga yang berperan, misalnya makelar. Makelar berperan sebagai perantara informasi dan menyambungkan calon pembeli kepada penjual. Apakah komisi 2,5% atau sekian rupiah yang akan diberikan oleh penjual, itu tergantung pada perjanjian sebelumnya.

Makelar akan melesat mencari calon pembeli potensial yang tertarik membeli. Jurus makelar dalam menawarkan dagangan tidak hanya didapat dari bakat, tetapi juga dibuktikan berdasarkan jam terbang. Ia harus pandai dalam merangkai narasi tentang barang dagangannya.

Bambang ‘Toko’ Witjaksono, dalam pameran “Mas Makelar” tahun 2001 di Rumah Seni Cemeti, mencoba menguji praktik ke-makelar-an. Ia sudah melakukan praktik makelaran sejak SMA. Panggilan “toko” didapatkannya karena dia seperti etalase toko yang punya barang apa saja yang dicari orang-orang. Maksudnya, kalau ada yang butuh barang tertentu dan meminta bantuannya untuk mendapatkan barang itu, ia akan mengiyakan dan segera mencarikannya.

Dalam “Mas Makelar”, ia juga mengundang pedagang klithikan pada malam pembukaan. Para pedagang itu biasa berjualan di Alun-alun Selatan. Mereka menjajakan barang-barang bekas, mulai dari uang kuno, onderdil kendaraan, kaset lawas, hingga pernak-pernik seperti stiker. Selain pedagang, ia juga mengundang teman-teman seniman untuk nitip jual barang milik mereka.

Sepasang vespa tua berada di ruang pameran, lengkap dengan label harga. Tidak jauh dari sana, terdapat deretan piala penghargaan yang terpajang berdekatan dengan mesin jahit. Sudut ruang pameran lainnya terdapat TV, VCD, sepeda angin, dan tumpukan kaset-kaset lawas. Dalam salah satu arsip foto Rumah Seni Cemeti, kita dapat melihat bahwa pada pameran itu, terdapat piala penghargaan Phillips Morris Art Awards milik Agung Kurniawan yang ia peroleh pada tahun 1996. Piala itu sudah patah karena kesenggol anjing kesayangannya. “Kalau tidak salah, dapat Rp 6.000 dari harga jual Rp 10.000,” tulis Agung Kurniawan melalui Whatsapp. Bayangkan, piala perhargaan yang mungkin bagi sebagian orang sangat prestisius, dilego secara murah di bursa barang loak.

“Semua benda-benda yang ada di Cemeti diberikan label harga,” tutur Nindityo Adipurnomo, salah seorang pendiri Rumah Seni Cemeti. Semua barang dagangan itu berdampingan dengan karya-karya Bambang ‘Toko’ Witjaksono. Cerita menarik, ialah ketika spanduk kain dengan tulisan “DIJUAL” dipasang oleh Bambang ‘Toko’ Witjaksono pada bangunan kantor Cemeti. Spanduk itu mengundang perhatian orang yang lewat di ruas Jalan Panjaitan. Selang beberapa hari, ada panggilan via telepon dari seorang ibu yang sangat serius ingin membeli bangunan dan tanah Cemeti.

“Ketika itu, tidak mungkin kami menjelaskan bahwa ini hanya proyek seni, lantas kami sebutkan saja harga yang kira-kira tidak akan terjangkau: 2,5 M,” tambah Nindit.

Diskusi yang saat itu terjadi: Bambang ‘Toko’ Witjaksono menyarankan, sebagai makelar yang baik, agar Cemeti tidak boleh menolak dengan alasan bahwa spanduk itu adalah proyek seni. Sebaliknya, pihak Cemeti malah harus merespon pertanyaan ibu itu dengan memberikan harga yang sulit dari jangkauannya. Bisa kita pahami, proyek pameran “Mas Makelar” mencoba membaca dinamika ekonomi yang terjadi di seni rupa. Bagaimana hubungan sistem ekonomi yang terjadi antara seniman, galeri, kurator, balai lelang, dan lain sebagainya. Sistem ini tetap tumbuh hingga sekarang. Pasar seni melaju membawa misi-misinya. Seniman dihadapkan pada pilihan, yaitu memilih mengikuti pasar, menjauh dari pasar, atau malah bermain di ranah itu sembari mempertanyakan pasar. Dalam artikel pendek yang ditulis pada masa pandemi dan kesenian serta pasarnya yang tengah merangsek bangkit ini, saya rasa kita perlu mengingat kata-kata pada salah satu karya Bambang ‘Toko’ Witjaksono: “Yang penting kita ada pemasukan”. *

Berkas Arsip “Mas Makelar”

Berkas “Mas Makelar”

(Klik gambar untuk melihat lebih banyak!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.