"Kabar Teman Rimpang", Polewali Mandar
Leave a Comment

Kabar Teman Rimpang: Tajriani Thalib

Pada awal bulan Maret, saya berada di Makassar, mengikuti pengayaan bahasa yang diselenggarakan oleh LPDP selama tiga bulan, Maret-Juni. Dua minggu mengikuti kelas tatap muka, tiba-tiba saja kabar mengenai penyebaran Covid-19 semakin meluas. Saya masih ingat, hari Sabtu-Minggu, saya dan kawan-kawan cemas menanti kabar terbaru tentang kelanjutan kelas pengayaan kami. Sementara, di berbagai kampus lain di Indonesia telah mengumumkan bahwa pembelajaran berubah jadi online dan kampus ditutup. 

Di suatu pagi di hari Senin, saya mulai mengikuti kelas online. Celengan menipis, tidak ada kuota internet sehingga saya harus nebeng ke jaringan wifi dari komunitas yang basecamp-nya bertetangga dengan kosan saya. Satu-satunya tempat untuk mengakses jaringan tersebut adalah di dekat tangga. Selama seminggu tidak ke mana-mana dan stok makanan di kos sudah habis, saya memutuskan keluar untuk mencari makanan. Di Indomaret yang saya datangi, orang-orang tergesa-gesa, semua mengenakan masker. Seorang ibu berbelanja mengenakan mukena dan ujung mukena ia gunakan menutupi setengah wajahnya. Sekitar tanggal 20 Maret, setelah diumumkan pasien pertama Covid-19 di Sulawesi Selatan, saya memutuskan pulang ke Mandar.

This entry was posted in: "Kabar Teman Rimpang", Polewali Mandar

by

TAJRIANI THALIB mendapatkan gelar sarjananya dari Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar. Tajriani tinggal dan bekerja di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia aktif sebagai penampil, khususnya dalam pertunjukkan-pertunjukkan seni tradisi. Tajriani tampil, antara lain, dalam Wonderful Indonesia Festival, Bangkok, Thailand (2017) dan The 3rd Erau International Folks Arts Festival (EIFAF), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (2013). Dia juga banyak terlibat dalam proyek-proyek sosial, misalnya bersama Komunitas Sipatokkong yang fokus melakukan pendampingan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus serta bersama Armada Pustaka Mandar, komunitas pustaka bergerak yang menghadirkan bacaan ke berbagai daerah di Sulawesi Barat. Dia juga merupakan salah satu pendiri Ruang Budaya Bura'pia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.