"Kabar Program", RIMPANG NUSANTARA
Comment 1

Secuplik Cerita Jaringan Rimpang Nusantara

English | Indonesia

Pertemuan daring partisipan jaringan Rimpang Nusantara bersama pegiat Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, pada hari Kamis, 9 Juli 2020. (Tangkapan layar: Manshur Zikri).

Anggota jaringan Rimpang Nusantara (selanjutnya akan kita sebut “Jaringan Rimpang”) berkumpul kembali meski menggunakan pelantar daring. Ferial Afiff (Yogyakarta), Rahmadiyah Tria Gayathri (Palu), Tajriani Thalib (Mandar), Ipeh Nur (Yogyakarta), Cut Putri Ayasofia (Aceh), dan Arif Setiawan (Pontianak). Dua anggota jaringan Rimpang yang lain, Syamsul Arifin (Madura) dan Suvi Wahyudianto (Madura/Yogyakarta), berhalangan untuk bergabung pada rapat daring yang diadakan tanggal 9 Juli 2020 lalu. Meski demikian, kami sangat tertarik mendengar cerita setiap partisipan jaringan Rimpang mengenai situasi terkini di wilayah mereka masing-masing.

Ferial Afiff selama masa pandemi kebetulan sedang berada di Bandung. Ia tinggal bersama nenek serta ibu dan keluarganya. Ia sedang mendalami pembuatan krim rambut (creambath) dari bahan alami. Melalui Rikma Kita, Ferial mulai memasarkan produknya melalui media sosial dan Marketplace. Ferial juga sedang menyiapkan pameran offline dengan protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran Covid-19, bersama tim lifeshield_facemask dan beberapa seniman Bandung. Pameran berdasarkan proses (behind story) penyebaran Lifeshield, pelindung wajah homemade GRATIS, di mana sejak pagebluk sudah dibagikan 10.000 lebih ke 16 wilayah di Indonesia.

Rahmadiyah Tria Gayathri, atau kerap dipanggil Ama ,bercerita tentang kegiatan “Masak Untuk Kawan” yang ia inisiasi bersama kawan-kawan Forum Sudutpandang. Ketika itu, ia banyak melihat kawan-kawan dekatnya mulai kehilangan pekerjaan. Ia kemudian memasak dan membagikannya dengan cara kawan-kawannya datang membungkus makanan dan dibawa pulang ke rumah masing-masing. Akhir-akhir ini, ia juga mulai menginisiasi proses dokumentasi pembangunan tanggul di Teluk Palu. Setiap hari, ia mengambil gambar pada satu sudut yang sama. Bayangannya, seperti bentuk visual time-lapse.

Tajriani Thalib, pada tahun ini, memperoleh beasiswa LPDP dan sedang ikut program Pengayaan Bahasa. Ke depannya, ia akan mengambil S2 jurusan Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, ia juga sedang mengelola Bura’pia, sebuah ruang kecil yang fokus pada edukasi di tempat tinggalnya.

Lain hal dengan Cut Putri Ayasofia dan Ipeh Nur: mereka mulai gencar membuat ilustrasi pesanan. Cut Putri Ayasofia, misalnya, mulai mengunggah hasil goresan ilustrasinya ke pelantar penjualan desain seperti Fiverr dan Amino. Biasanya, ia hanya menerima pesanan gambar dari teman-teman saja. Hasilnya lumayan, selama seminggu setidaknya satu hingga tiga garapan ilustrasinya laku terjual.

Kegiatan itu senada dengan Ipeh Nur, yang berkerja bersama suaminya menggarap artist merchandise, O V V M, sembari tetap menggarap proyek-proyek seni bersama kolektifnya, Gegerboyo. Ipeh mulai sigap menawarkan dagangannya ke pelanggan yang mampir ke akun Instagramnya, @ovvm_ovvm. Situasi saat ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu lebih santai kepada pelanggan, sekarang ia harus rajin jemput bola supaya dagangan segera ludes terjual.

Sedangkan Arif Setiawan, bersama teman-temannya, menggarap Drapon (Drama Pontianak), sebuah sketsa sinema yang menggunakan Bahasa Melayu. Sketsa ini diunggah melalui kanal Instagram. Ia bercerita bahwa mereka mendapat respon positif dari penonton Drapon. Salah satu postingan mereka, setidaknya, sudah ditonton hampir 5000 penonton sejak diunggah tiga minggu lalu.

Pada awal-awal situasi pandemi, kita merasa kaget dan memilih untuk diam sejenak. Pada kenyataanya, diam itu sendiri adalah bentuk dari cara kita mempelajari sistem yang bekerja pada diri kita. Cerita-cerita partisipan jaringan Rimpang membawa kita kepada titik dimana kita dapat meraba kembali koreografi kehidupan kita. ***

1 Comment

  1. Pingback: A Glimpse of Rhizomatic Archipelago’s Story | CEMETI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.