Month: December 2019

The Memories Hurrying Home

Suvi’s visual works in this series are the result of visualization of various objects which he considers represent real experiences, self-identities, and models of social relations that exist outside. These objects are performative in the context of how they accommodate bitterness in the family environment, as well as perceiving (directly and indirectly) the phenomenon of social conflict in Indonesia. All of them imagine a quiet nuance but it also implies a very strong noise.

Ingatan Bergegas Pulang

Karya visual Suvi pada seri ini merupakan hasil pilahan rupa dari berbagai objek yang ia anggap merepresentasikan pengalaman riil, identitas diri, dan model hubungan sosial yang terjalin di luarnya. Objek-objek itu performatif dalam konteks bagaimana dirinya menampung kegetiran di lingkungan keluarga, sekaligus mencerap (langsung dan tidak) fenomena konflik sosial di Indonesia. Kesemuanya mencitrakan nuansa yang sunyi tapi juga menyiratkan keberisikan yang begitu kuat.

Ingatan Bergegas Pulang

KARYA VISUAL SUVI pada seri ini merupakan hasil pilahan rupa dari berbagai objek yang ia anggap merepresentasikan pengalaman riil, identitas diri, dan model hubungan sosial yang terjalin di luarnya. Objek-objek itu performatif dalam konteks bagaimana dirinya menampung kegetiran di lingkungan keluarga, sekaligus mencerap (langsung dan tidak) fenomena konflik sosial di Indonesia. Kesemuanya mencitrakan nuansa yang sunyi tapi juga menyiratkan keberisikan yang begitu kuat.

The Memories Hurrying Home

Suvi’s visual works in this series are the result of visualization of various objects which he considers represent real experiences, self-identities, and models of social relations that exist outside. These objects are performative in the context of how they accommodate bitterness in the family environment, as well as perceiving (directly and indirectly) the phenomenon of social conflict in Indonesia. All of them imagine a quiet nuance but it also implies a very strong noise.

Suvi’s Experiment to Spell Events

Through his solo exhibition Suvi has the opportunity to “return” to memories from his past. The memories that have been “haunting,” as if there are things that have never been discussed. If art today tries to fill a canvas with colorful aesthetic values, Suvi chooses to tell stories in the simplest way, through images that are extensions of his body’s experiences.

Percobaan Suvi Mengeja Peristiwa

MELALUI PAMERAN TUNGGALNYA, Suvi berkesempatan untuk “pulang” pada ingatan-ingatan dari masa lalunya. Ingatan-ingatan yang selama ini “menghantui,” seakan ada hal-hal yang belum pernah selesai dibicarakan. Jika seni rupa hari ini berusaha memenuhi kanvas dengan warna-warni nilai-nilai estetis, maka Suvi memilih untuk bercerita dengan cara yang paling sederhana, melalui gambar yang menjadi ekstensi dari pengalaman tubuhnya.