"Kabar Teman Rimpang", RIMPANG NUSANTARA, Yogyakarta
Leave a Comment

Catatan tentang Tiga Sekolah Alternatif di Yogyakarta

Sekolah Akar Rumput, hari ketiga, awal mereka masuk sekolah. Mereka berembuk membuat kesepakatan bersama, tentang aturan sekolah dari anak dan disetujui oleh anak, seperti cara bermain yang adil, tidak mengganggu teman, dan saling menjaga teman. Juga aturan jaga sekolah, seperti menjaga kebersihan, juga tata cara mengikuti pelajaran dengan damai.

Meskipun ini sekolah merdeka tanpa peraturan yang kaku, justru peraturan yang penuh kesepakatan membuat anak paham dan sadar dengan kesepakatan masing masing.

Pada sesi kegiatan akhir di Sekolah Akar Rumput, saya mengadakan workshop menggambar komik bersama. Semuanya antusias mengikuti dengan baik.

Menggambar bersama untuk kolaborasi di pameran bersama Jogja Biennale. Anak menggambar tentang sekolah, hobi, juga cita-cita di atas kain kanvas 2 x 1 meter dengan crayon. Kain tersebut saya gabungkan menjadi karya instalasi di Jogja Biennale.

Di Sekolah Gajah Wong (untuk keluarga kurang mampu dan pemulung). Hari itu, ana-anak yang hadir hanya siswa kelas PAUD. Mereka bermain, bernyanyi, juga membuat kerajinan. Hari itu, anak-anak mungil itu  membuat seragam sekolahnya sendiri untuk satu semester ke depan.

Anak anak bersemangat menunggu giliran mewarnai kaos bersama para fasilitator dan Kak Faiz, pendiri Sekolah Gajah Wong.

Ini di sekolah Sanggar Anak Alam (Salam). Saya mengamati kegiatan anak-anak saat mengunjungi Salam sambil berbincang dengan fasilitatornya. Hari itu, masih hari pertama mereka masuk sekolah. Tidak banyak kegiatan belajar. Anak-anak yang lebih kecil hanya bermain dan menggambar, sementara anak-anak di kelas lain, yang usia lebih tua, mencuci piring dan membersihkan kelas.

by

CUT PUTRI AYASOFIA adalah seorang komikus (genre manga) yang tinggal dan bergiat di Aceh. Dalam program Residensi Rimpang X Kelana, yang diselenggarakan atas kerja sama antara Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat dan Biennale Jogja 2019 Equator XV, Cut mengembangkan karyanya terkait dengan isu pola asuh dan pendidikan anak, dan mengkritisi model pendidikan formal yang juga menunjukkan kapitalisme pendidikan. Selama proses residensi di Jogja pada bulan Juli 2019, Cut Putri mengunjungi beberapa sekolah alternatif lalu memilih Sekolah Akar Rumput, Yogyakarta sebagai mitra kolaborasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.