"Kabar Teman Rimpang", Kabupaten Aceh Utara, RIMPANG NUSANTARA
Leave a Comment

Museum Islam Samudra Pasai

English | Indonesia

“Sumutrah adalah kota besar dan indah, dikelilingi benteng dan menara-menara terbuat dari kayu” —Ibnu Bathuthah 14M, Maghrib (Maroko).

Kota yang dimaksud adalah kawasan inti Samudra Pasai, kini Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara.

Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).

Mungkin berusaha semegah masa lalu, terdapat dua bangunan di tengah padang rumput, yang ramai dikunjungi binatang ternak. Aksesnya melalui jalan berbatu tak beraspal, di sebelah rumah warga. Bangunan yang satu (Museum Samudra Pasai) sudah selesai dan dipagar. Yang satu, masjid yang dari kejauhan, punya menara menjulang, terlihat karena jauh melampaui perumahan warga. Setelah berada dekat, masjid ini ternyata dikelilingi semak belukar. Bangunan besar banget, tiga lantai ini di bawahnya terlihat belum selesai.

Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).

Beruntunglah saya mendapatkan kontak seseorang, yang kebetulan sedang bekerja di museum, katanya dia sedang turut membereskan berbagai hal untuk (akhirnya) museum, yang diresmikan 10 Juli 2019. Jadi, saya bisa masuk, sebagian area gelap, sebagian lagi kuncinya tidak ketemu. Tapi, menurut info di buklet museum, terdapat 340 koleksi Etnografika, Filologika, Numismatika, dan Historika. (Museum ini dibangun tahun 2011 dengan dana otonomi khusus Rp7,5 M, berita diresmikan sudah berkali-kali sejak 2017. Konon, terhambatnya karena butuh dana membangun jalan Rp8,6 M).

Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).

Terlepas dari drama bangunan baru, saya bertanya tentang peninggalan bangunan lama. Apakah ada benteng atau sisa-sisa peradaban nan megah itu yang sempat digali. Bapak yang membukakan saya pintu museum bilang: “Pernah, sewaktu warga mau bangun rumah, gali-gali, ngga sengaja nemu tembok dalam tanah, tapi kini sudah ditimbun lagi.”

Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff. (Diakses dari Instagram @alebutoh).

by

FERIAL AFFIF adalah seniman fleksibel yang telah aktif berkarya lebih dari 10 tahun. Saat ini ia berdomisili di Yogyakarta. Pola karyanya tak punya batasan maupun gaya tertentu, secara artistik dia kerap beralih-peran sebagai fasilitator/kurator/penulis/peneliti/produser/dsb. Dia senantiasa penasaran. berhubungan dengan orang lain serta kondisi kehidupan yang menyertainya, terutama tema lingkungan/gender/sejarah. Karyanya sempat hadir di berbagai kota di Indonesia dan negara lain seperti: Singapura,Myanmar, Jepang, Korea Selatan, India, Sri Lanka, Madagaskar, Switzerland, dan sebagainya, Ferial sejak 2012 menjadi anggota Lifepatch, sebuah inisiasi warga dalam seni-sains-teknologi. Sejak 2018 bersama Putri Wartawati, Ridwan Rau Rau, dan Yayasan Lingkar Semanggi (Tangerang) menginisiasi Expedition Camp sebuah forum temu dan berbagi per dua tahunan bagi para praktisi performans se-Asia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.