"Kabar Teman Rimpang", Kabupaten Aceh Besar, RIMPANG NUSANTARA
Leave a Comment

Masjid Indra Purwa

Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).

Ketiga dari yang konon pertama dari Aceh Lhee Sagoe adalah Indra Purwa. Posisinya paling ringkih dibanding kedua titik lainnya (Benteng Indrapatra dan Masjid Tua Indrapuri). Menurut penduduk setempat, bangunan yang kini jadi masjid tersebut telah empat kali berpindah. Tadinya, dia dekat Pulau Tuan, namun karena abrasi—pasang surut—terakhir tsunami, bangunan ini selalu di renovasi. Seorang kepala mukim juga bilang bahwa Indra Purwa adalah yang pertama di antara 2 titik lainnya.

Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).

Terdapat mimbar tua yang entah sejak kapan ada dalam bangunan yang kini masjid. Penduduk setempat bilang, bangunannya baru, tapi mimbarnya asli. Seorang teman bilang, kalau melihat dari material kayu, mimbar ini pun telah di renovasi, hanya bagian bawahnya yang mungkin asli.

Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).
Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).

Putroe Neng merebut benteng pertahanan Indra Purwa. Berkat kepandaian taktik perang dan menyusun strategi, dia berhasil menduduki wilayah ini. Dari hikayat Aceh, masa kekuasaan Putroe Neng — perempuan yang bersuami 100 — membuat berbagai kebijakan yang menyengsarakan rakyat Indra Jaya.

Ada yang menulis: Kerajaan Indra Purwa, yang diduga sudah ada sejak 2000 SM, mempunyai tiga daerah pertahanan yang letaknya strategis . Kini, lokasi tersebut berada di kota Banda Aceh sampai Aceh Besar.

Foto: Ferial Afiff (diakses dari Instagram @alebutoh).

Dikutip dari berbagai sumber, tanpa bermaksud membuatnya jadi kebenaran. Karena, semakin digali, linimasanya semakin “waduh”.

by

FERIAL AFFIF adalah seniman fleksibel yang telah aktif berkarya lebih dari 10 tahun. Saat ini ia berdomisili di Yogyakarta. Pola karyanya tak punya batasan maupun gaya tertentu, secara artistik dia kerap beralih-peran sebagai fasilitator/kurator/penulis/peneliti/produser/dsb. Dia senantiasa penasaran. berhubungan dengan orang lain serta kondisi kehidupan yang menyertainya, terutama tema lingkungan/gender/sejarah. Karyanya sempat hadir di berbagai kota di Indonesia dan negara lain seperti: Singapura,Myanmar, Jepang, Korea Selatan, India, Sri Lanka, Madagaskar, Switzerland, dan sebagainya, Ferial sejak 2012 menjadi anggota Lifepatch, sebuah inisiasi warga dalam seni-sains-teknologi. Sejak 2018 bersama Putri Wartawati, Ridwan Rau Rau, dan Yayasan Lingkar Semanggi (Tangerang) menginisiasi Expedition Camp sebuah forum temu dan berbagi per dua tahunan bagi para praktisi performans se-Asia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.