"Pemutaran", BODIES OF POWER / POWER FOR BODIES

Pinggir ke Pinggir

English | Indonesia

Pemutaran Film

Pinggir ke Pinggir

Kurator: Fiky Daulay

Lokasi: Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat
Tanggal: 31 Agustus 2018
Jam: 17:30 – 21:00

Seluruh film berbahasa Indonesia dengan subjudul bahasa Inggris.

Program pemutaran singkat satu hari menampilkan beragam wujud pendekatan pembuat film, seniman, dan kelompok mahasiswa. Film-film ini mengamati dengan dekat berbagai perjuangan dan kontradiksi kuasa yang tertanam di dalam hubungan sulit antara lahan, hukum dan tubuh-tubuh kuasa dan kepemilikan. Kebanyakan film-film ini berfokus pada dampak pembangunan dan lahan yang dihuni oleh komunitas yang termarjinalkan di daerah pinggiran. Tujuan dari pemutaran film ini tidak hanya untuk memahami berbagai bentuk strategi artistik dan aktivis dalam mendekati perjuangan yang masih berlangsung, tetapi juga untuk melihat celah-celah kuasa dan kemungkinan-kemungkinan yang berada di wilayah abu-abu sembari menggali semangat kolektif dan solidaritas bersama.

Pemutaran film ini dimaksudkan sebagai perluasan ruang bagi pengunjung untuk melihat inisiatif-inisiatif komunitas lainnya yang bekerja di dalam isu-isu yang disasar oleh pameran Bodies of Power/Power for Bodies. Kami berharap anda dapat bergabung bersama kami.

Daftar Film

Ariani Darmawan, Sugiharti Halim, 10m 9s (2008)
Ikatan Mahasiswa Gunungkidul, Sebelum Semua Terjual, 20m 56s (2018)
Kurnia Yuda F., Riwayat Pemakan Pasir, 21m 23s
Go-Documentary, Tanah Istemewa, 46m 09s (2017)
Hannah Ekin and Jorgen Doyle, With a Model Like This, Imagine the Building, 15m 55s (2018)

Biografi Sutradara

Ariana Darmawan (1977, Indonesia) adalah pendiri Kineruku Bandung, sebuah pustaka/toko buku yang menyediakan buku-buku referensi, musik dan film. Ia sebelumnya bekerja sebagai seorang seniman video dan pembuat film. Karya-karyanya telah diputar di banyak festival-festival internasional, yang berpusat pada tema-tema seperti kuasa dan identitas, ingatan, bahasa dan media.

Go-Doc atau Go-Documentary dibentuk awal tahun 2017. Beranggotakan 5 mahasiswa dari kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta, yang pada saat itu mempunyai tujuan yang sama untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Produksi Penciptaan Dokumenter. Berawal dari pengembangan tema besar tentang “Yogyakarta”.

Hannah Ekin dan Jorgen Doyle adalah seniman dan geografer dari Australia berbasis di Indonesia dan Australia. Karya mereka terkait politik dan puitis atas penggunaaan tanah dan melibatkan proses riset dalam konteks sosial, lingkungan dan politik tertentu. Mereka kini sedang mengerjakan sebuah proyek kolaborasi yang berfokus pada pembangunan masif teluk Jakarta bernama Ziarah Utara.

Ikatan Mahasiswa Gunungkidul (IMG) didirikan pada tahun 2009, dilatarbelakangi atas pentingnya menjalin silaturahmi antar mahasiswa sesama Gunungkidul. Awalnya inisiatif dari beberapa mahasiswa UNY, namun kemudian banyak dari kampus lain ikut bergabung. Maka di tahun 2012 IMG ada di beberapa kampus seperti Sanata Dharma, UIN, UGM dan kampus-kampus lain, tujuannya pun tidak lagi hanya sebagai wadah silaturahmi tapi bagaimana kemudian ikut berkontribusi secara aktif atas berbagai realitas sosial yang berkembang di Gunungkidul.

Kurnia Yuda F. adalah salah satu pegiat forum film dokumenter.

Foto Dokumentasi:

by

Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat (sebelumnya ‘Galeri Cemeti’, kemudian ‘Rumah Seni Cemeti’) adalah platform tertua seni kontemporer di Indonesia, didirikan di Yogyakarta tahun 1988 oleh Mella Jaarsma dan Nindityo Adipurnomo. Cemeti menawarkan platform bagi seniman dan praktisi kebudayaan untuk mengembangkan, menyajikan, dan mempraktikkan aktivitas mereka lewat kolaborasi bersama kurator, peneliti, aktivis, penulis dan performer, serta komunitas lokal di Yogyakarta.