"Pameran"
Leave a Comment

A Monument That Tells Anything

Pameran Tunggal oleh Bagus Pandega

Tanggal : 07 Agustus – 02 September 2015
Tempat : Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat

Lahir dari tradisi penciptaan karya seni akademis, Bagus Pandega berkembang dari perhatiannya terhadap perluasan metode berkarya dalam seni patung. Didorong oleh perhatian terhadap relasi obyek dan audiens, Bagus Pandega mendorong keterlibatan audiens dalam karyanya melalui gerak, bunyi dan cahaya. Pandega memiliki keleluasan medium layaknya seniman lain yang lahir di era post-modern. Ia bebas memilih antara berbagai “-isme” dan berbagai aliran “-art”. Pandega juga merupakan generasi yang terus beradaptasi dengan pertumbuhan perangkat informasi digital yang terus terperbaharui. Meski mendapatkan berbagai keuntungan dan kenyamanan dari pertumbuhan tersebut, dalam berkarya Pandega memilih mandiri dari kecenderungan teknologi jamannya dan memutuskan untuk mengolah sistem-sistem elektronik analog.

Bagus Pandega bermain dengan tumpukan persepsi yang tumbuh dari karyanya yang disusun dari permainan elemen found object yang dipercayanya mendorong interpretasi yang beragam, kegemarannya menggabungkan berbagai sistem elektronik sebagai ‘modul’ pengkaryaannya, dan juga dengan berbagi peran penciptaan karya seni dengan keterlibatan subyek- subyek yang ‘bebas’ menyuarakan pesannya melalui sistem operasi dan visualnya.

“A monument that tells anything” merupakan pameran dari karya Bagus Pandega dalam jangka waktu 3 tahun terakhir. Dalam eksplorasinya terhadap media berkarya dalam seni patung, Pandega bergerak dari sifat-sifat ‘kemurnian’ seni patung sebagai agen tunggal pemancar pesan menjadi wadah pertemuan ragam individu yang terlibat dalam pembentukan maupun pembacaan obyek.

Bagus Pandega (lahir 1985) memperoleh gelar Sarjana Seni Rupa jurusan Seni Patung dan Master of Fine Art di Institut Teknologi Bandung. Karyanya merupakan pertemuan dari seni visual dan bunyi. Ia tinggal dan berkarya di Bandung.

This entry was posted in: "Pameran"
Tagged with:

by

Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat (sebelumnya ‘Galeri Cemeti’, kemudian ‘Rumah Seni Cemeti’) adalah platform tertua seni kontemporer di Indonesia, didirikan di Yogyakarta tahun 1988 oleh Mella Jaarsma dan Nindityo Adipurnomo. Cemeti menawarkan platform bagi seniman dan praktisi kebudayaan untuk mengembangkan, menyajikan, dan mempraktikkan aktivitas mereka lewat kolaborasi bersama kurator, peneliti, aktivis, penulis dan performer, serta komunitas lokal di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.