"Pameran"
Leave a Comment

Beastly

Tanggal : 07 Juli – 07 Agustus 2011
Tempat : Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat

Teks Pengantar | Foto Karya | Dokumentasi Pembukaan | Esai Pameran | Biografi Seniman

“Hubungan antara manusia dan binatang merupakan kenyataan penting dalam banyak bentuk kebudayaan di dunia dan menjadi tema yang menempati dominasi wacana seni rupa kontemporer, utamanya di Indonesia dulu hingga kini.”

Bangsa ini memiliki sejarah kebudayaan jauh sebelum periode kolonialisme, adalah latar belakang budaya animistik dan samanisme, di mana mitologi tentang manusia/binatang berkembang dan terbentuk menjadi peradaban di bawah pengaruh dari berbagai macam ragam kepercayaan serta agama. Dari figur-figur hibrida mitologi manusia/binatang yang acapkali berperan sebagai pelindung yang dipercaya, dewa, sampai pada kendaraan bagi manusia; binatang-binatang yang dihormati manusia maupun manusia-manusia yang seperti binatang ini, acapkali memiliki perubahan makna terus-menerus hingga masa sekarang. Figur-figur ini selanjutnya berubah terus menjadi diantaranya adalah simbol-simbol komentar pedas atas kehidupan sosial dan politik di dalam Indonesia kontemporer dalam hubungannya dengan kehidupan global sekarang. Pameran Seni Rupa berjudul BEASTLY 2011 (tentative) akan mempresentasikan lebih dari puluhan nama-nama seniman dari tiga generasi (80an, 90an dan generasi 2000an) yang memilih ketepatan ungkapan medianya untuk mengungkapkan berbagai macam cara idiom yang menggambarkan berbagai macam korelasi kehidupan manusia dan binatang dalam sejarah. Bermacam-macam karya para seniman secara khusus menunjukkan fenomena yang sangat kuat dalam visualisasi gagasan yang penuh rasa humor, membuka ruang alternatif pada pemaknaan baru yang unik bagi hubungan antara manusia dan binatang.

Pameran ini dilengkapi dengan tulisan lepas oleh Heru Hikayat yang menjadi pengantar inspirasi pemikiran, sekaligus pemicu gagasan menuju apresiasi besar pada hubungan manusia dan binatang. Pameran ini dirancang oleh Rumah Seni Cemeti, dibuka pada hari KAMIS 7 Juli 2011 dan berlangsung selama satu bulan sampai dengan SABTU 7 Agustus 2011.

Rumah Seni Cemeti
Yogyakarta

Seniman :
Ade Darmawan | Arya Pandjalu | Agung Kurniawan | Angki Purbandono | Abdi Setiawan | Agan Harahap | Beatrix Hendriani Kaswara | Caroline Rika Winata | Dian Ariyani | Dona Prawita Arissuta | Eko Nugroho | Erik Pauhrizi | Gintani Nur Apresia Swastika | Iswanto Hartono | Laksmi Shitaresmi | Moelyono | Maryanto | Octora | Popok Tri Wahyudi | ruangrupa | Restu Ratnaningtyas | Sara Nuytemans | Syagini Ratna Wulan | S. Teddy D. | Sigit Bapak | Terra Bajraghosa | Ugo Untoro | Wibomo Adi Utama | Wimo Ambala Bayang

Pameran ini diinisiasi oleh :
Mella Jaarsma & Nindityo Adipurnomo

Koordinator :
Theodora Agni & Linda Mayasari

Penulis :
Goenawan Mohamad & Heru Hikayat

Dewan Kurator Senirupa Salihara :
Asikin Hasan, Goenawan Mohamad, Nirwan Dewanto, dan Sitok Srengenge

Manajer :
Dian Ina Mahendra


Foto Karya

Foto Karya

This entry was posted in: "Pameran"

by

Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat (sebelumnya ‘Galeri Cemeti’, kemudian ‘Rumah Seni Cemeti’) adalah platform tertua seni kontemporer di Indonesia, didirikan di Yogyakarta tahun 1988 oleh Mella Jaarsma dan Nindityo Adipurnomo. Cemeti menawarkan platform bagi seniman dan praktisi kebudayaan untuk mengembangkan, menyajikan, dan mempraktikkan aktivitas mereka lewat kolaborasi bersama kurator, peneliti, aktivis, penulis dan performer, serta komunitas lokal di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.